
Kegiatan operasi pasar murah yang dilakukan oleh DKPP Kota Kediri sebagai respons terhadap kenaikan harga bawang merah di wilayah itu dalam dua bulan terakhir. /Wahyu Adji/Radar Kediri
JawaPos.com – Dalam dua bulan terakhir, harga bawang merah di Kota Kediri mengalami kenaikan yang signifikan.
Merespons naiknya harga bawang merah itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar operasi pasar murah pada hari Senin (29/4) sejak pukul 08.00 WIB. Sebanyak tiga kuintal bawang merah ludes terjual dalam kegiatan itu.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Group) kegiatan pasar murah yang digelar di Taman Harmoni Jalan Sudanco Supriadi Kota Kediri itu ramai diserbu oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menyediakan sebanyak tiga kuintal bawang merah, 1,5 ton beras SPHP, dan tiga kuintal gula pasir.
Komoditas favorit masyarakat dari ketiganya adalah gula pasir. Jika harga gula pasir di pasaran mencapai Rp 17.500 per kilogram, maka di pasar murah dijual dengan harga Rp 15.500 per kilogram.
Sedangkan harga beras SPHP dijual dengan Rp 52 ribu per lima kilogram, padahal di pasaran harga beras medium masih sebesar Rp 12 ribu per kilogram.
Begitu juga dengan harga bawang merah di pasaran yang masih Rp 65 ribu per kilogram, di pasar murah dijual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram.
Perbedaan harga jual itulah yang membuat masyarakat menyerbu pasar murah yang digelar oleh DKPP Kota Kediri tersebut. Sebanyak tiga kuintal bawang merah ludes terjual dalam waktu 70 menit saja.
Salah seorang pembeli Bernama Adi mengatakan bahwa dirinya sengaja membeli bawang merah dan beras di pasar murah. Sebab, harganya yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Tiga hari lalu saya beli harganya Rp 65 ribu satu kilogram. Karena ini tadi dijual murah, akhirnya saya beli di sini,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri yakni M. Ridwan mengungkapkan bahwa operasi pasar murah ini digelar secara situasional.
Dengan kata lain yaitu jika ada komoditas kebutuhan pokok yang harganya cenderung tinggi di pasaran.
“Yang kita jajakan adalah komoditas yang hari ini harganya fluktuatif dan cenderung tinggi di pasaran. Maka kami merasa perlu mengadakan gerakan pangan murah agar masyarakat bisa dapat kebutuhan pokok dengan cara yang lebih mudah dan murah,” ujarnya.
Seperti komoditas bawang merah dan gula pasir yang saat ini harganya masih cenderung tinggi di pasaran. Bahkan sebelumnya, kenaikan harga bawang merah sempat mencapai 100 persen.
“Harga normalnya biasanya sekitar Rp 30 ribuan. Beberapa hari lalu sempat Rp 60 ribu. Sekarang rata-rata sudah d harga Rp 50 ribu per kilogram,” kata dia.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
