
Penangkapan terhadap pelaku yang diduga telah menjerat dan menguliti empat ekor beruang madu.
JawaPos.com - Para pelaku tega menjerat dan mengkuliti empat ekor beruang madu hasil tangkapan. Mereka juga sempat memakan daging hewan yang dilindungi tersebut. Para tersangka berinisial JPDP, 36; GS, 34; JS, 51; dan FBB, 33.
"Iya mereka sempat memasak daging beruang madu itu dan memakannya," kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Cristian Rony, Rabu (3/4) pagi.
Kapolres menceritakan, penangkapan beruang madu bermula ketika JPDP dan E memasang sekitar 50 jerat babi di Parit XI, Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Inhil pada Minggu (18/3) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kemudian pada Sabtu (31/3) sore, pelaku JPDP, E, FBB, J dan A pergi ke lokasi pemasangan jerat tersebut untuk melihat hasil jeratannya.
"Mereka menemukan tiga ekor beruang dengan posisi terjerat. Satu dalam kondisi mati dan dua masih hidup. Salahnya mereka tidak melaporkan temuan itu kepada polisi maupun pihak terkait lainnya, malahan mereka membunuh bahkan mengkuliti hingga memakan hewan itu," sebut Kapolres.
Saat menemukan dua ekor beruang yang masih hidup tersebut, pelaku JPDP dan E menombak leher beruang dan memukul kepalanya dengan kayu hingga beruang itu mati.
"Setelah beruang mati, selanjutnya dipikul dan dibawa ke rumah FBB untuk dikuliti dan dipotong untuk diambil dagingnya oleh para pelaku," jelasnya.
Seekor beruang yang mati itu kemudian dipotong dan dikuliti oleh JS, J, E dan FBB. Sedangkan dua ekor lainnya dibawa oleh T dan A.
"Daging beruang yang tertangkap pada Sabtu itu sebagian telah dimasak dan dimakan. Sedangkan sisanya dibawa oleh FBB," ujar Kapolres.
Selanjutnya pada Minggu (1/4) sekitar pukul 10.00 WIB, JPDP, E dan JS kembali pergi untuk melihat jerat babi yang lainnya. Mereka menemukan seekot beruang dalam kondisi hidup yang terjerat.
"Beruang itu diikat dan dibawa hidup-hidup ke rumah JS di Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling. Disana mereka menembak beruang itu sebanyak tiga kali dengan menggunakan senapang angin," katanya.
Usai beruang itu tewas, mereka menguliti dan mengambil dagingnya. Dengan tertangkapnya beruang terakhir, jumlah beruang yang berhasil ditangkap sebanyak empat ekor dengan berat estimasi 35 kilogram dan 15 kilogram.
"Penanganan kasusnya saat ini diserahkan ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hiup dan Kehutanan (BPPHLHK) wilayah Sumatera guna penyidikan lebih lanjut," pungkas Kapolres.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
