
Pemkot Surabaya mencatat kawasan kota lama zona Eropa yang terletak di Jalan Rajawali. ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
JawaPos.com - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat lokal, kali ini dengan mengajak keturunan tokoh agung seperti KH Hasan Gipo dan KH Mas Mansyur untuk terlibat dalam pembangunan kawasan kota lama.
Terlibatnya dua keturunan tokoh penting wilayah kota lama Surabaya tersebut merupakan salah satu langkah dalam upaya memperindah serta menghidupkan kembali sejarah dan budaya yang terkandung di dalam kota lama Surabaya.
Menurut keterangan dari Staf Ahli Wali Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto, sebagaimana dimuat ANTARA, kerjasama lintas sektor dan lintas kelompok masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan proyek ini.
Tomi menyatakan harapannya agar semua pihak dapat bekerja sama secara sinergis dalam usaha untuk mempercantik kota lama.
"Semoga kami semua bisa terus bersinergi membangun kota lama," kata Tomi.
Kawasan kota lama Surabaya sendiri memiliki tiga zona utama: Eropa, Arab, dan Pecinan. Zona-zona ini membentang dari Jalan Rajawali, Jalan Kembang Jepun, hingga kawasan Ampel.
Rencananya, kawasan-kawasan ini akan terhubung satu sama lain, menciptakan kesatuan yang menyeluruh.
Selain meningkatkan daya tarik pariwisata, pembangunan kota lama juga diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
Tomi juga menyampaikan permintaan kepada Yayasan Insan Keturunan Sagipodin (IKSA) agar mengajukan permohonan resmi apabila ingin memanfaatkan aset-aset yang dimiliki.
Pemerintah kota, kata Tomi, siap memberikan dukungan asalkan permohonan tersebut didukung dengan bukti yang kuat.
"Kalau aset itu didukung dengan bukti pendukung yang kuat, insya Allah kami siap membantu. Pemkot punya tim hukum, pembangunan, dan seterusnya," ucap dia.
Ketua Yayasan IKSA, Wachid Zein, mengapresiasi perhatian yang ditunjukkan oleh wali kota dan pemerintah kota terhadap keturunan Sagipodin.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas pembangunan Langgar Gipo, salah satu dari empat aset yang dimiliki oleh Keluarga Gipo, terutama H Tarmidzi.
"Terima kasih juga telah membangun Langgar Gipo, ini merupakan salah satu dari empat aset yang dimiliki Keluarga Gipo, khususnya H Tarmidzi," katanya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
