
Kondisi ruang saluran tangki septik di CSBM, Cirebon, Kamis (11/4), usai empat teknisi tewas di dalam ruangan tersebut.
JawaPos.com–Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian empat orang teknisi yang ditemukan tewas. Mereka tewas setelah memperbaiki saluran tangki septik di Cirebon Super Block Mall (CSBM), pada Selasa (9/4).
”Terkait penyebab kematian korban, kita masih melakukan pendalaman,” kata Kepala Satreskrim Polres Cirebon Kota AKP Anggi Eko Prasetyo seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan, sejauh ini beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Data-data terkait insiden itu telah dihimpun petugas Satreskrim Polres Cirebon Kota.
”Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa keempat teknisi tersebut ditemukan dalam kondisi tewas setelah dievakuasi petugas gabungan pada saluran tangki septik,” terang Anggi Eko Prasetyo.
”Setelah kejadian, kami pun melakukan serangkaian tindakan kepolisian seperti evakuasi dan kami arahkan (korban) ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tambah dia.
Kasatreskrim menyampaikan kejadian itu bermula ketika dua orang teknisi yang melakukan perbaikan tangki septik terjatuh di lokasi kejadian. Kemudian dua rekan lainnya berinisiatif menolong namun hal yang sama justru terjadi.
”Keempat korban ini dua di antaranya terjatuh. Lalu yang dua lagi berinisiatif membantu, namun terjadi hal yang sama. Sehingga saat dilakukan evakuasi sudah ditemukan tidak bernyawa,” terang Anggi Eko Prasetyo.
Anggi menyebut untuk penanganan berikutnya, tim medis dari rumah sakit bersama polisi telah mengumpulkan data dari proses otopsi keempat jenazah korban.
Keempat korban itu berinisial F, 32, warga Kapetakan; TY, 40, dan MM, 43, asal Harjamukti; serta TA, 32, warga Plumbon, Cirebon.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi meminta pengelola Cirebon Super Block (CSB) Mall mengevaluasi prosedur pengolahan limbah menyusul insiden empat teknisi yang tewas usai terjebak di dalam tangki septik di pusat perbelanjaan itu.
Evaluasi itu, lanjut dia, perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pengelola CSB Mall juga harus memberikan data yang relevan kepada dinas terkait agar langkah pencegahan bisa diterapkan.
Dalam waktu dekat, pihaknya memberikan rekomendasi berupa catatan yang harus dilaksanakan pengelola CSB Mall untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
”Pemerintah Kota Cirebon memiliki kewenangan sebagai otoritas yang menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian seluruh kegiatan. Termasuk mencegah adanya kelalaian prosedur bagi tenaga kerja,” papar Agus.
Selain itu, dia menyampaikan pengelola CSB Mall harus menjamin seluruh biaya pemakaman serta santunan untuk ahli waris korban.
”Kami juga mengucapkan turut berbelasungkawa, terhadap musibah yang terjadi dan bukan jumlah yang sedikit melihat ada empat korban karena kecelakaan kerja,” ucap Agus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
