
Dua petugas avsec berjalan melewati area kedatangan di Bandara Dhoho Kediri kemarin. Hari ini penerbangan komersial akan mendarat untuk pertama kalinya. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com – Setelah ditunggu berbulan-bulan, Bandara Internasional Dhoho Kediri akhirnya resmi beroperasi. Hal itu ditandai dengan kedatangan penumpang pada pukul 09.40 WIB pagi ini di bandar tersebut.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), Jumat (5/4), para penumpang tersebut akan mendarat di Bandara Dhoho Kediri menggunakan pesawat dari maskapai Citilink dengan jenis pesawat Airbus A320 dengan jumlah kursi pesawat sebanyak 180 seat.
Namun, yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, akankah kondisi seperti ini berlangsung konsisten kedepannya?
Apakah geliat Bandara Dhoho bisa terus meningkat dari hari ke hari? Dan tidak bernasib seperti beberapa bandara di daerah lain yang diibaratkan seperti mati suri?
Kekhawatiran memang akan selalu ada, namun, hal itu nampaknya telah dipikirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Sebab, beberapa rumusan cara agar Bandara Dhoho bisa survive pun telah dibuat.
Termasuk salah satu upayanya yaitu dengan berusaha menggandeng Pemprov Jatim dan pemda-pemda di wilayah Mataraman agar ikut memanfaatkan Bandara Dhoho.
“PR (pekerjaan rumah, Red) kami saat ini adalah bagaimana agar bandara dapat bertahan hingga waktu yang lama,” aku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin, ketika dikonfirmasi koran ini kemarin.
Menurut Solikin, pekerjaan rumah tersebut memang tergolong berat. Tapi, bisa menjadi mudah bila ada kerja sama yang kuat dan konsisten dengan beberapa pihak. Terutama dengan Pemprov Jatim dan pemda-pemda di sekitar Kediri atau daerah Mataraman.
Sehingga, hal inilah yang akan menjadi upaya terobosan pemkab agar bisa menghidupkan bandara yang telah menghabiskan biaya pembuatan Rp 13 Triliun.
Kabar baiknya, berdasar hasil rapat dengan 13 pemda Mataraman dan Pemprov Jatim Senin (1/4) lalu, ada kesepakatan yang menguntungkan bagi keberlangsungan bandara.
Diketahui, pemda-pemda tersebut akan memberangkatkan aparatur sipil negara (ASN) yang ke Jakarta melalui Bandara Dhoho.
“Alhamdulillah semua 13 daerah di Mataraman tersebut setuju,” terang Solikin.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga dinaikkan ke Pj Gubernur Jatim agar semakin kuat. Dan dalam waktu dekat, hal itu pun akan dituangkan dalam surat edaran (SE) bagi seluruh ASN, agar sifatnya lebih mengikat dan resmi.
“Semoga saja prosesnya dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.
Tak hanya itu, pemkab juga memiliki cara lain agar bandara tetap dapat bertahan hidup.dalam jangka waktu panjang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
