Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 April 2024 | 20.24 WIB

Ini Alternatif Upaya yang Bakal Dilakukan Pemkab Agar Bandara Internasional Dhoho Kediri Tetap Ramai Kedepannya

Dua petugas avsec berjalan melewati area kedatangan di Bandara Dhoho Kediri kemarin. Hari ini penerbangan komersial akan mendarat untuk pertama kalinya. (Foto: Wahyu Adji/JPRK) - Image

Dua petugas avsec berjalan melewati area kedatangan di Bandara Dhoho Kediri kemarin. Hari ini penerbangan komersial akan mendarat untuk pertama kalinya. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

JawaPos.com – Setelah ditunggu berbulan-bulan, Bandara Internasional Dhoho Kediri akhirnya resmi beroperasi. Hal itu ditandai dengan kedatangan penumpang pada pukul 09.40 WIB pagi ini di bandar tersebut.

Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), Jumat (5/4), para penumpang tersebut akan mendarat di Bandara Dhoho Kediri menggunakan pesawat dari maskapai Citilink dengan jenis pesawat Airbus A320 dengan jumlah kursi pesawat sebanyak 180 seat.

Namun, yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, akankah kondisi seperti ini berlangsung konsisten kedepannya?

Apakah geliat Bandara Dhoho bisa terus meningkat dari hari ke hari? Dan tidak bernasib seperti beberapa bandara di daerah lain yang diibaratkan seperti mati suri?

Kekhawatiran memang akan selalu ada, namun, hal itu nampaknya telah dipikirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Sebab, beberapa rumusan cara agar Bandara Dhoho bisa survive pun telah dibuat.

Termasuk salah satu upayanya yaitu dengan berusaha menggandeng Pemprov Jatim dan pemda-pemda di wilayah Mataraman agar ikut memanfaatkan Bandara Dhoho.

“PR (pekerjaan rumah, Red) kami saat ini adalah bagaimana agar bandara dapat bertahan hingga waktu yang lama,” aku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin, ketika dikonfirmasi koran ini kemarin.

Menurut Solikin, pekerjaan rumah tersebut memang tergolong berat. Tapi, bisa menjadi mudah bila ada kerja sama yang kuat dan konsisten dengan beberapa pihak. Terutama dengan Pemprov Jatim dan pemda-pemda di sekitar Kediri atau daerah Mataraman.

Sehingga, hal inilah yang akan menjadi upaya terobosan pemkab agar bisa menghidupkan bandara yang telah menghabiskan biaya pembuatan Rp 13 Triliun.

Kabar baiknya, berdasar hasil rapat dengan 13 pemda Mataraman dan Pemprov Jatim Senin (1/4) lalu, ada kesepakatan yang menguntungkan bagi keberlangsungan bandara.

Diketahui, pemda-pemda tersebut akan memberangkatkan aparatur sipil negara (ASN) yang ke Jakarta melalui Bandara Dhoho.

“Alhamdulillah semua 13 daerah di Mataraman tersebut setuju,” terang Solikin.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga dinaikkan ke Pj Gubernur Jatim agar semakin kuat. Dan dalam waktu dekat, hal itu pun akan dituangkan dalam surat edaran (SE) bagi seluruh ASN, agar sifatnya lebih mengikat dan resmi.

“Semoga saja prosesnya dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Tak hanya itu, pemkab juga memiliki cara lain agar bandara tetap dapat bertahan hidup.dalam jangka waktu panjang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore