
Aksi penggerebekan sejumlah warung karaoke oleh puluhan warga di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada hari Senin (25/3) lalu. /Polsek Pandaan
JawaPos.com – Pada hari Senin (25/3) malam, warga menggerebek sejumlah warung karaoke di Pandaan , Kabupaten Pasuruan yang nekat beroperasi di saat bulan suci Ramadhan.
Para warga itu memprotes pemilik warung karaoke yang tetap nekat mengoperasionalkan warung karaokenya meskipun saat ini sedang Ramadhan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi penggerebekan beberapa warung karaoke oleh warga itu berlangsung sejak pukul 22.15 WIB.
Mereka menggerebek sebanyak tiga titik lokasi warung karaoke di Pandaan yang masing-masing berada di Ruko Meiko, lalu di Dusun Klangkung, dan di Dusun Nampes.
Ketika puluhan warga itu menggerebek warung, petugas dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Polsek, dan Koramil Pandaan sudah lebih dulu ada di lokasi.
Para warga yang datang itu mengaku geram karena sudah semestinya operasional warung karaoke itu tutup selama bulan Ramadhan.
Tetapi yang terjadi saat ini malah sebaliknya, para pemilik usaha tetap membuka warung karaokenya.
“Selama ini sudah sepakat ditutup, tapi realita di lapangan warung karaokenya masih tetap buka. Akhirnya masyarakat banyak yang komplain ke desa. Senin (25/3) pagi digelar pertemuan di balai desa, dan malamnya dilakukan razia,” ujar Kepala Desa Nogosari, Sunariyah seperti dilansir dari Radar Bromo (JawaPos Group).
Saat pertemuan di balai desa itu berlangsung, turut dihadiri juga oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, termasuk juga dihadiri oleh para petugas perangkat desa.
Sunariyah juga menjelaskan bahwa lokasi warung karaoke berada seperti di ruko Meiko merupakan lahan milik swasta. Sementara itu, warung karaoke yang berada di Dusun Klangkung dan Nampes berdiri di atas lahan milik Tanah Kas Desa (TKD).
Selama razia berlangsung, sempat terjadi keributan antara warga dengan pemilik atau pengelola warung karaoke yang sedang beroperasi tersebut.
Situasi yang sempat memanas antara kedua belah pihak itu membuat sejumlah kerusakan pada meja, kursi, pagar, dan gelas warung. Bahkan sempat ada warga yang mencopot banner warung karaoke tersebut.
“Warga yang ikut banyak. Beberapa memang sempat emosi dan sulit dikendalikan. Karena memang kesepakatan sebelumnya memang warung tutup selama Ramadhan, tapi pemilik warung membandel dengan tetap buka,” ungkap Sunariyah.
Aksi penggerebekan warung karaoke oleh warga itu akhirnya bubar jelang memasuki tengah malam. Warga secara berangsur-angsur meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing-masing.
Dengan warga yang tetap berpegang teguh agar warung karaoke ditutup, bahkan jika perlu ditutup permanen.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
