
Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Kepala BMKG Kelas II Pasuruan Rully Oktavia Hermawan mengatakan, gempa Bawean dengan magnitude 5,9 dan 6,5 pada 22 Maret menjadi bukti bahwa jalur sesar di Laut Jawa masih aktif.
Hingga kini, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa di Bawean.
”Gempa di Bawean juga menjadi pengingat kita agar selalu waspada terhadap keberadaan sesar aktif dasar laut yang jalurnya dekat Pulau Bawean dengan penduduk. Karena gempa dapat terjadi dan berulang kapan saja,” tutur Rully kepada JawaPos.com.
Rully menyampaikan, wilayah Pulau Bawean dan sekitarnya berada pada zona suture yang mengindikasikan jejak keberadaan sesar-sesar utama yang berusia tua.
Hasil monitoring gempa Bawean oleh BMKG hingga Senin (25/3) pukul 14.00 tercatat sebanyak 269 kali gempa.
”Dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang. Jika Jumat (22/3) dalam satu jam bisa mencapai 19 kali gempa, data terkini tunjukkan 1 jam hanya 1 gempa. Semoga kondisi segera stabil dan aman kembali,” terang Rully Oktavia Hermawan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
