Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Maret 2024 | 17.41 WIB

Bengawan Solo Meluap, Buaya Muncul di Kandang Kambing saat Banjir Rendam 15 Desa, 1 Bocah Tewas Tenggelam

TERGENANG: Masyarakat melewati jalan di Dunun Mejeruk, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pasca luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (12/3). - Image

TERGENANG: Masyarakat melewati jalan di Dunun Mejeruk, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pasca luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (12/3).

JawaPos.com – Buaya itu tertangkap pandangan Tomi di dekat sebuah kandang kambing. Kemunculan reptil tersebut berbarengan dengan meluapnya Bengawan Solo yang menggenangi sekitar 15 desa di Bojonegoro, Jawa Timur.

Tomi melihat buaya itu di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. ”Dulu ada tiga ekor dan yang satu tertangkap bulan lalu,” ungkap warga Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, tersebut kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (12/3).

Meski berbeda desa, kemunculan buaya yang dilihat Tomi itu tak jauh dari lokasi kali pertama muncul tahun lalu. Lokasi tersebut telah dipantau dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (dindamkarmat).

Diketahui, satu di antara tiga ekor buaya telah tertangkap oleh petugas Dindamkarmat Bojonegoro pada 16 Februari. Achmad Gunawan, kepala Dindamkarmat Bojonegoro, menyatakan bahwa petugas telah melakukan patroli. Khususnya saat kondisi banjir di sekitar area. ”Masih dipantau dan hasil masih nihil,” katanya.

Bukan hanya di Bojonegoro, luapan Bengawan Solo juga menggenangi sebagian wilayah dua kabupaten tetangga. Di Tuban, sekitar 20 desa terdampak, sedangkan di Lamongan 15 desa.

Di Bojonegoro, banjir juga mengakibatkan satu buyung atau bocah lelaki tewas tenggelam. Korban 5 tahun itu bernama Moch. Waffin Albi, warga Dusun Dondong RT 02, RW 01, Desa Gendongarum, Kecamatan Kanor.

Menurut Kapolsek Kanor Iptu Slamet Harianto, pada Senin (11/3), korban bermain di ruang tamu bersama anak tetangga sebelum keluar menuju area terendam banjir yang berjarak 20 meter dari rumah. ”Nenek korban menyadari korban tidak ada di ruang tamu, kemudian memberi tahu kakek korban yang akhirnya menemukan sandal korban di TKP,” bebernya.

Korban ditemukan di TKP pada pukul 13.30 dalam keadaan tenggelam dan sudah meninggal. Nyawanya tak tertolong meski ibu korban berusaha membawanya ke Puskesmas Kanor. ”Pihak medis menyatakan korban sudah meninggal dunia dan tidak terdapat luka akibat kekerasan atau penganiayaan,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, tinggi muka air (TMA) turun kemarin. Namun, warga belum bisa bernapas lega. Sebab, sejumlah akses masih lumpuh akibat banjir.

Hingga kemarin pukul 14.00, banjir menggenangi sekitar Jembatan Kare, penghubung antara Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, dan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, hingga membuat terputusnya akses warga.

Di Lamongan, Jawa Pos Radar Lamongan melaporkan, curah hujan tinggi di wilayah hulu mengakibatkan naiknya debit air di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Imbasnya, 15 desa di empat kecamatan di Lamongan terdampak luapan sungai terpanjang di Jawa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan masih mendata jumlah rumah yang terendam serta kerugian yang dialami atas peristiwa ini. Kabid Operasi dan Pemeliharaan Saikhu Rohman yang mewakili Kepala Dinas PU SDA Lamongan Gunadi menjelaskan, selama dua hari curah hujan tinggi di daerah hulu. ”Sebagian wilayah Lamongan siaga merah dan sebagian siaga kuning,” terang Saikhu.

Di Tuban, wilayah terdampak banjir luapan Bengawan Solo semakin meluas. Hingga tadi malam, sedikitnya 20 desa di empat kecamatan terendam. Yakni, Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Tuban, jumlah desa yang paling banyak terendam berada di Kecamatan Rengel. Total, sementara ada tujuh desa. Kondisi hampir sama terjadi di Kecamatan Plumpang. Luberan Bengawan Solo di kecamatan ini menggenangi enam desa. Di Kecamatan Widang, empat desa terendam. Di Kecamatan Soko, air bah merendam tiga desa.

Di empat kecamatan tersebut, air bah merendam ratusan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian. Kepala BPBD Tuban Sudarmadji menyatakan, sejauh ini TMA Sungai Bengawan Solo masih berstatus siaga kuning. Namun, dampak luberan kian meluas. ”Tren ketinggian air stabil, tapi masih di siaga kuning,” jelasnya.(dan/msu/sip/ind/an/tok/c14/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore