
Seorang penjual kambing di kawasan Pondok Tjandra, Waru, Sidoarjo. (Diky Putra Sansiri/Radar Sidoarjo)
JawaPos.com – Kasus penyakit Antraks, yang terjadi akibat infeksi bakteri pada hewan ternak yang dapat menular ke manusia, kembali muncul di daerah Gunungkidul, Yogyakarta.
Menanggapi kasus tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo mengatakan bahwa sampai saat ini Sidoarjo masih aman dari kasus Antraks.
“Sejauh ini Sidoarjo aman, tidak ada kasus Antraks,” ungkap Sub Koordinator Kesehatan Hewan Fungsional Medik Veteriner Muda, Rina Vitriasari pada Senin (11/3).
Mengutip Radar Sidoarjo, dia menyebut jika prioritas Sidoarjo saat ini adalah penanganan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit yang menggumpal pada hewan ternak, seperti sapi dan kambing.
Walau demikian, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat segera melapor jika terdapat sesuatu yang mencurigakan terjadi pada hewan ternaknya, sebagai kewaspadaan jika sewaktu-waktu penyakit Antraks masuk ke Sidoarjo.
“Tetap melakukan kewaspadaan, masyarakat kita imbau tidak melakukan pembelian ternak dari daerah tertular serta segera melaporkan kasus kematian ternak yang mendadak,” tegasnya.
Penyakit yang dapat menyebabkan kematian mendadak tersebut tentu membawa kekhawatiran bagi para konsumen daging.
Meski begitu, dia berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir, karena vaksin telah tersedia di daerah yang terkena wabah penyakit tersebut.
Sebagai informasi, penyakit Antraks disebabkan oleh bakteri bacillius anthraxis, yang penyebarannya melalui spora bakteri yang bertahan hidup sampai bertahun-tahun.
“Cuaca hujan seperti saat ini sangat mendukung penyebaran bakteri itu,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
