
Ilustrasi latihan silat.
JawaPos.com - Tim Forensik Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, yang melakukan otopsi terhadap jenazah Achmad Maulana, 17, yang ditemukan tewas terkapar di Jalan Pahlawan Sidoarjo, Minggu (10/3). Mereka menemukan beberapa luka penyebab kematian.
Pemuda yang mengalami sejumlah luka diduga karena menjadi korban duel maut antar oknum perguruan silat ini diketahui sebagai warga Perum Griya Sumantoro, Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Korban merupakan siswa SMK YPM 8 Sidoarjo.
Dokter forensik RS Pusdik Sabhara di Porong, Prof Dr dr Ahmad Yudianto, Sp, F, M Subsp, SBM (K) SH, M Kes, mengatakan, sekitar pukul 03.49, pihaknya menerima kiriman jenazah korban Achmad Maulana.
"Kemudian dari penyidik meminta untuk dilakukan otopsi atas izin keluarga," ujarnya.
Proses otopsi dilakukan sekira pukul 05.00. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim forensik telah ditemukan beberapa temuan.
Salah satunya ada beberapa luka akibat senjata tajam dan pukulan benda tumpul di tubuh korban. "Ada beberapa, di antaranya di daerah wajah, leher, dada, lengan dan juga kaki," ungkapnya.
Pihaknya juga melakukan pemeriksaan dalam dan telah ditemukan adanya patah tulang pada daerah kepala. Terutama kepala bagian kiri dan pendarahan pada otak.
Di samping itu, korban mengalami patah tulang pada dada. Hal itu yang menyebabkan adanya pendarahan pada organ dalam.
Berdasarkan kesimpulan dari tim forensik tersebut, maka kematian korban disimpulkan akibat kekerasan benda tumpul pada bagian wajah yang menyebabkan patah tulang tengkorak serta pendarahan pada otak.
"Dari pemeriksaan otopsi, korban meninggal di TKP, sesampainya di kamar jenazah korban sudah meninggal dan pakaian masih lengkap," imbuhnya.
Sebelumnya, informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo menyebutkan dua kelompok remaja terlibat perkelahian. Akibatnya, dua pemuda tergeletak.
Satu di antaranya Achmad Maulana, 17, tewas di tempat. Sedangkan, M Lukmanul Hafidz, 20, menderita luka cukup serius hingga kritis.
Jenazah korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan otopsi.
Di lokasi kejadian juga ditemukan Yamaha Mio warna putih nopol KT 5545 GM yang posisinya terjatuh diduga dikendarai korban.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
