
Ilustrasi beras premium yang dijual pedagang di pasar tradisional. /Aditya Pradana Putra/Antara
JawaPos.com – Sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera datang, namun nampaknya belakangan ini, harga beras dengan kualitas premium atau jenis bramu di pasar tradisional di Kabupaten Jombang masih mahal.
Hal itu dikarenakan stok beras premium di lapak pedagang sudah sangat terbatas.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Pon Jombang bernama Iwan, 45, mengatakan bahwa sampai hari Selasa (5/3) kemarin, harga beras premium atau bramo masih belum mengalami penurunan.
“Beras jenis bramo itu belum ada penurunan harga, karena stok barang tidak ada,” ujar Iwan seperti dilansir dari Radar Jombang (JawaPos Group).
Menurutnya, tidak adanya stok beras premium itu disebabkan faktor cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi di Jombang.
Sehingga dengan adanya cuaca ekstrem itu, para petani tidak ada yang menanam padi jenis premium atau bramo.
“Belum ada panen, karena petani juga belum berani menanam bramo, karena cuaca tidak menentu. Beras bramo itu tanamannya tinggi, kalau kena angin kan otomatis gagal panen,” kata dia.
Ia menuturkan jika saat ini harga beras jenis premium di pedagang sendiri masih relatif mahal. Setiap kilogram beras premium dihargai sebesar Rp 16.500 hingga Rp 17.000.
“Kita beli di penggilingan Rp 15.800 per kilogram, dijual dengan harga Rp 16.500 dan tidak bisa naik lagi,” imbuhnya.
Iwan memprediksi bahwa harga beras premium tidak akan bisa turun lagi. Sebab, sebentar lagi sudah memasuki bulan suci Ramadhan.
“Kalau lihat situasi seperti sekarang ini, stok tidak ada, Insya Allah susah turunnya. Karena faktor panen yang sedikit, para petani tidak berani tanam padi banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, ketika ditanya terkait apakah stok beras premium ada di Pasar Pon Jombang atau tempatnya berdagang saat ini, Iwan mengatakan masih ada beberapa pedagang yang mempunyai stok beras kualitas premium tetapi jumlahnya sedikit.
Kondisi itu disebabkan distributor beras kesulitan membagi beras kepada para pedagang karena stok beras premium yang saat ini terbatas.
“Kadang itu datang satu ton, dibagi sekian orang di Pasar Pon. Jadi ya kadang kalau kita minta satu ton, dapatnya tiga kuintal. Ada yang minta lima kuintal dapatnya Cuma dua kuintal, dan harganya juga tinggi,” kata Iwan.
Hal senada juga diungkapkan pedagang beras lainnya yang bernama Sukarma, 50, ia menyebut bahwa beras dengan kualitas premium harganya masih mahal dan tembus di angka Rp 17.000 per kilogram.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
