
Bupati Ikfina Fahmawati meninjau progres peningkatan bangunan dam Sadartengah didampingi Camat Mojoanyar Mokh. Malik beserta dinas terkait. (Khudori Aliandu/JPRM)
JawaPos.com – Musibah banjir masih melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, salah satunya terjadi di Kabupaten Mojokerto.
Sama seperti kabupaten/kota lainnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto pun terus mengebut penanganan permasalahan tersebut.
Pemkab menunjukkan keseriusannya dengan menjadikan langkah penanganan banjir ini sebagai salah satu program prioritas.
Rencananya, pada tahun 2024 ini, anggaran yang telah disiapkan Pemkab untuk penanganan banjir tersebut jumlahnya senilai Rp 15 miliar.
Dilansir Radar Mojokerto (JawaPos Grup), Minggu (3/3), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, kondisi semakin urgent karena bencana alam tersebut dapat merusak infrastruktur jalan, jembatan maupun irigasi di area persawahan sehingga berpotensi merugikan masyarakat.
’’Sesuai arahan ibu bupati, kita harus selalu antisipatif dan peduli terhadap penanganan bencana. Makanya, tahun ini kita mendapatkan alokasi anggaran untuk penanganan bencana, terutama banjir,’’ katanya.
Terkait anggaran yang nilainya mencapai Rp 15 miliar, Rinaldi menyebut rencana anggaran itu nantinya akan terbagi dalam 19 paket proyek.
Alokasi itu akan digunakan untuk beberapa perbaikan infrastruktur di daerah langganan banjir. Seperti bendungan, tanggul, hingga saluran drainase.
Rinaldi mengakui bahwa, penanganan banjir memang tidaklah mudah untuk dilakukan. Namun, diperlukan adanya keseriusan dan biaya yang besar.
’’Banjir tidak bisa dihilangkan, tapi bisa diminimalisir dampaknya. Kita bertekad, yang dulunya banjir bertahan berhari-hari, berminggu-minggu, itu kita berusaha dengan penanganan kita supaya dalam hitungan jam banjir sudah surut,’’ paparnya.
Disisi lain, Kabid Kabid Sumber Daya Air (SDA) Rois Arif Budiman menambahkan, selain untuk pembangunan infrastruktur baru, alokasi anggaran itu akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang terdampak.
’’Dari 19 kegiatan itu, salah satunya perbaikan Dam Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo yang rusak terdampak banjir tahun lalu. Saat ini masih proses agar segera terealisasi,’’ jelasnya.
Terkait hal tersebut, ia mengaku pihaknya tengah berkolaborasi dengan BBWS Brantas terkait perbaikan tanggul sungai yang menjadi wewenang pemerintah pusat.
Menurutnya, selain untuk penanganan darurat, hal itu dilakukan juga untuk perbaikan permanen yang nantinya bakal dilakukan secara bertahap.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
