Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Maret 2024 | 14.11 WIB

Penderita DBD di Sidoarjo Meningkat! Total 28 Kasus Sejak Januari, Dinkes Imbau Masyarakat Lakukan Ini untuk Tekan Penyebaran Penyakit

Ilustrasi DBD. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi DBD. Dok JawaPos

JawaPos.com - Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo terpantau terus mengalami peningkatan.

Pada bulan Februari kemarin, tercatat ada 19 kasus DBD. Sedangkan pada bulan Januari ada sembilan kasus.

Sehingga total selama Januari hingga Februari ada 28 kasus DBD di Sidoarjo.

Fenny Apridawati selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo pada hari Jumat (1/3) mengatakan untuk menekan angka penyebaran kasus DBD pihaknya sudah melakukan beberapa tindakan.

Salah satunya yaitu dengan melakukan pemantauan jentik secara berkala.

“Kami juga mendistribusikan larvasida dan insektisida ke seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Kami juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Sidoarjo (JawaPos Group).

Hasil dari PE itu nantinya jika dinyatakan positif maka pihak Dinkes bersama pihak terkait lainnya akan melakukan upaya fogging di wilayah yang dinyatakan berpotensi penyebaran DBD tersebut.

Senada dengan Fenny, Sub Koordinator Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), dr Yanto Lipu mengatakan bahwa indikator PE dinyatakan positif yaitu dengan memeriksa ada atau tidaknya jentik nyamuk di rumah maupun halaman dengan radius 100 meter.

Selain melakukan langkah itu, Dinkes Kabupaten Sidoarjo juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus secara masif.

Langkah 3M itu adalah menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang punya potensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti.

Sedangkan poin plus yang harus dilakukan oleh masyarakat demi mencegah penyebaran DBD ini antara lain:

1. menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk,

2. memeriksa tempat-tempat yang digunakan penampungan air,

3. memelihara ikan penangkal jentik,

4. menggunakan obat anti nyamuk,

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore