Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2024 | 20.03 WIB

Tim Indagsi Polda Sumsel Awasi Ketat Proses Distribusi Antisipasi Kenaikan Sembako Jelang Ramadhan

Suasana pasar di Palembamg jelang Ramadhan cukup ramai. - Image

Suasana pasar di Palembamg jelang Ramadhan cukup ramai.

JawaPos.com–Tim Subdit Industri Perdagangan dan Asuransi (lndagsi) Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi permainan yang dapat menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako). Hal itu dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi.

”Pengawasan diperketat terutama dalam proses distribusi dari tempat produksi hingga ke pasar tradisional,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombespol Bagus Suropratomo seperti dilansir dari Antara di Palembang.

Menurut dia, antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok dilakukan karena menjelang Ramadhan biasanya permintaan masyarakat meningkat. Sehingga, berpotensi memicu kenaikan harga. Peningkatan permintaan kebutuhan pokok memberikan peluang untuk pelaku usaha sembako mempermainkan harga dan distribusi barang ke pasar.

”Melalui pengawasan ini diharapkan distribusi sembako berjalan normal sehingga barang tersedia cukup banyak di pasar dan harga dapat dikendalikan,” ujar Bagus Suropratomo.

Dia menjelaskan, stok kebutuhan pokok harus tersedia cukup banyak di pasaran. Jika distribusi terganggu apalagi terjadi penimbunan dapat memengaruhi harga dalam kondisi terjadi peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadhan sekitar pertengahan Maret.

Untuk melakukan pengawasan stok dan distribusi sembako, lanjut dia, selain menurunkan petugas ke lapangan, pihaknya mengharapkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat. Satgas pangan terus melakukan upaya monitoring sebagai deteksi nilai kenaikan harga dengan ketersediaan stok.

”Stok bahan pangan menjelang Ramadhan secara umum aman atau tersedia dalam jumlah cukup banyak terutama beras saat ini tersedia sekitar 59.945 ton,” terang Bagus Suropratomo.

Dia mengatakan, aktivitas produksi dan distribusi sembako sebagian besar berada di tengah-tengah masyarakat. Tanpa partisipasi masyarakat, pengawasan kurang optimal karena keterbatasan personel Subdit lndagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel.

”Jika masyarakat mengetahui di sekitar wilayah tempat tinggalnya ada aktivitas mencurigakan sebagai tempat penimbunan sembako atau kegiatan yang berpotensi memengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok, melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat,” tutur Bagus Suropratomo.

Dia menambahkan, dengan diturunkannya tim lndagsi Ditreskrimsus Polda Sumatera dan partisipasi masyarakat, diharapkan bisa menutup celah aktivitas masyarakat yang dapat menyebabkan kenaikan harga sembako. Dalam kegiatan pengawasan lapangan, pihaknya akan melakukan penindakan secara tegas kepada siapapun yang terlibat menyebabkan terganggunya distribusi dan kenaikan harga sembako.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore