
Persiapan perayaan Imlek di Wihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon. Istimewa
JawaPos.com–Lilin berukuran besar milik umat dipasang di halaman Wihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon. Lokasi itu akan digunakan pada ibadah malam pergantian tahun baru Imlek, peralihan dari Shio Macan ke Shio Kelinci.
Pengurus Wihara Dewi Welas Asih Hendra menjelaskan, lilin raksasa biasanya dipasang dua hari sebelum Imlek. Lilin merupakan simbol pelita atau penerang kehidupan bagi warga Tionghoa.
”Nah, nanti lilin dinyalakan sebagai lambang penerangan kehidupan, agar hidup kita itu selalu tidak gelap, dan selalu sukses,” ujar Hendra, Rabu (18/1).
Sebelumnya, warga keturunan Tionghoa juga melakukan ritual mencuci Kimsin atau patung dewa-dewi di altar wihara. Hal itu sebagai simbol penyucian diri dan mengantarkan dewa ke langit untuk melaporkan situasi di bumi.
Dia menjelaskan, pada puncak perayaan Imlek umat yang akan datang, diprediksi 1.000 lebih umat yang berasal dari wilayah Cirebon dan luar daerah akan melaksanakan ritual di wihara.
”Kami berharap, tahun baru Imlek ini mendapatkan kemakmuran dan harus cerdik serta berharap kerukunan antar umat beragama terus terjalin dengan baik,” kata Hendra.
Hari Raya Imlek 2574 tahun ini jatuh pada 22 Januari. Sekretaris Panitia Imlek dan Cap Go Meh Wihara Dewi Welas Asih Richard Dharma Pekasa mengatakan, seluruh area Wihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon termasuk Rupang (Patung Dewa-Dewi), sekitar altar, dan lainnya, mulai dibersihkan pengurus vihara.
Menurut dia, pada perayaan Imlek di Wihara Dewi Welas Asih atau Kelenteng Tiao Kak Sie di Jalan Kantor Kota Cirebon akan banyak didatangi warga Tionghoa untuk beribadah.
”Selain sembahyang dan kirab Cap Go Meh pada 5 Februari, Kami juga ada beberapa kegiatan lain seperti bakti sosial,” terang Richard Dharma Pekasa.
Dia menyebutkan, peringatan Imlek tahun ini berbeda dengan 2 tahun sebelumnya. Di mana jumlah umat yang datang tidak lagi dibatasi.
”Dua tahun lalu masih pandemi jadi ada sejumlah pembatasan sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tahun ini, sudah tidak lagi pembatasan namun dianjurkan tetap memakai masker untuk pencegahan,” papar Richard Dharma Pekasa.
Dia berharap, perayaan Imlek tahun ini sesuai dengan apa yang didoakan seluruh umat, Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi juga bebas dari resesi. ”Kami berharap ekonomi Indonesia bangkit dan tidak terkena resesi. Kehidupan menjadi lebih baik lagi di tahun ini,” ucap Richard Dharma Pekasa.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
