Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 April 2018 | 23.35 WIB

Pelaksanaan UNBK SMK, Sekda Jateng: Orang Tua Harus Ikut Berdoa

Sekda Jateng Sri Puryono dan Kadisdikbud Gatot Bambang Hastowo saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Negeri Jateng, Kota Semarang, Senin (2/4) - Image

Sekda Jateng Sri Puryono dan Kadisdikbud Gatot Bambang Hastowo saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMK Negeri Jateng, Kota Semarang, Senin (2/4)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan mutu dari pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang ditempuh siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ini. Sekretaris daerah Jateng Sri Puryono bahkan memastikan tidak terjadinya kebocoran soal.


Sri Puryono meminta para peserta UNBK agar tidak percaya adanya kabar mengenai kebocoran soal. Dikarenakan soal berasal dari bank data pusat. 


“Soal dari pusat dan tidak ada bocoran soal. Kepada para siswa jangan percaya tentang bocoran soal. Semua peserta UNBK harus belajar dan berdoa, orang tua juga ikut berdoa dan mendukung untuk anak-anaknya agar UNBK lancar dan nilainya bagus,” imbuhnya di sela-sela peninjauan pelaksanaan UNBK di di SMK Negeri Jateng, Kota Semarang, Senin (2/4).


Dikatakannya, sistem dalam pelaksanaan ujian pun semakin baik, sehingga bisa diyakinkan akan ketiadaan manipulasi nilai maupun lainnya. Belum lagi penataan pengawas yang disilang dari berbagai sekolah.


Menurutnya, Motto UNBK, yakni Prestasi Penting tapi Jujur lebih Utama, penting ditanamkan kepada para siswa. Sehingga diharapkan kualitas pendidikan serta kuantitas kelulusan semakin hari kian meningkat. Seperti SMK Negeri Jateng yang lulusannya sudah banyak diterima di dunia kerja.


“Bahkan para siswa SMKN Jateng belum lulus sudah dipesan oleh berbagai perusahaan. Saya berharap SMK lainnya juga demikian,” imbuhnya.


Selain itu, Sekda memastikan bahwa pelaksanaan ujian nasional 2018, seluruh SMK di Jateng telah 100 persen menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meski untuk SMA tercatat baru 98,34 persen.


“Berbeda dengan tahun sebelumnya, ujian nasional tahun ini baik SMK negeri maupun swasta di seluruh Jateng, sudah menggunakan komputer atau UNBK," katanya lagi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Gatot Bambang Hastowo menyebutkan, peserta UNBK 2018 tingkat SMK di provinsinya tercatat sebanyak 246.267 siswa yang tersebar di 1.527 SMK negeri dan swasta.


Sementara UNBK tingkat SMA yang akan dimulai pada 9 April mendatang, bakal diikuti 184.737 siswa di 1.480 sekolah.


Ditambahkan Gatot, UNBK disebut juga Computer Based Test (CBT) merupakan sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujian. UNBK pun bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap teknologi informasi dan komunikasi.


“Untuk kesiapan listrik agar tidak ada ganguan saat pelaksanaan UNBK, pihak kami sudah mengirim surat kepada PLN supaya tidak ada off atau problem lain. Seandainya ada gangguan, kami sudah menyediaan genset, semua sekolah sudah siapkan mesin genset,” terangnya.


UNBK jenjang SMK sendiri dilaksanakan selama empat hari, dimulai hari ini hingga Kamis (5/4) mendatang. Pada tanggal 9 sampai 12 April untuk jenjang SMA dan madrasah aliyah (MA). Ujian susulan untuk SMA/SMK dan MA akan dilaksanakan pada 17 hingga18 April 2018.


Sebelum meninjau ke SMK Negeri Jawa Tengah, Sekda beserta rombongan juga melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK di SMKN 7 Semarang dan SMK Muhammadiyah 1 Semarang.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore