Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 03.33 WIB

BPBD Jabar Sebut 534 Bangunan Terdampak Puting Beliung di Sumedang-Bandung

Sebuah bangunan mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan angin puting beliung di Jalan Raya Garut-Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis (22/2). - Image

Sebuah bangunan mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan angin puting beliung di Jalan Raya Garut-Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis (22/2).

Pemkab Sumedang Tetapkan Status Tanggap Darurat

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat 534 bangunan mengalami kerusakan akibat bencana alam angin puting beliung. Terjadi di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung pada Rabu (21/2) pukul 16.00 WIB.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, petugas melakukan pendataan dampak angin puting beliung di lima kecamatan di dua kabupaten tersebut. Bangunan yang mengalami rusak ringan hingga rusak berat mencapai 534 bangunan.

”Untuk wilayah terdampak di Kabupaten Sumedang itu ada di kecamatan Jatinangor dan Cimanggung. Sedangkan, di Kabupaten Bandung ada Kecamatan Rancaekek, Cicalengka, dan Cileunyi,” kata Hadi seperti dilansir dari Antara di Kabupaten Bandung, Kamis (22/2).

Hadi menyebutkan, sebanyak 835 kepala keluarga (KK) di lima kecamatan tersebut mengalami dampak akibat kejadian itu. BPBD Jabar bersama BPBD Kabupaten Sumedang dan Bandung masih melakukan asesmen serta membantu warga di lokasi terdampak bencana.

”Dari data di Kabupaten Sumedang ada 413 KK terdampak dan di Kabupaten Bandung sebanyak 422 KK. Hingga saat ini masih dilakukan pengecekan terkait data jiwa yang terdampak,” ujar Hadi Rahmat.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan, terdapat sebanyak 33 orang korban luka karena tertimpa material saat angin kencang terjadi dan sudah dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.

”Untuk korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka dan RSUD Kesehatan Kerja,” terang Hadi Rahmat.

Dia menambahkan saat ini BPBD Jabar juga membantu kebutuhan warga. Seperti memberikan terpal dan juga kebutuhan lain bagi korban terdampak angin puting beliung tersebut.

”BPBD Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan berupa 25 lembar terpal, pemasangan satu unit tenda dari Batalyon 330 dan satu unit dari Kementerian Sosial,” papar Hadi Rahmat.

Meskipun tidak terjadi korban jiwa, lanjut Hadi, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada. Sebab, bencana serupa berpotensi terjadi kembali karena berkaitan dengan menjelang puncak musim hujan pada Maret.

”Pada saat sudah mulai muncul awan hitam, ini yang harus masyarakat mewaspadai dan melakukan upaya-upaya efektif seperti berlindung di tempat-tempat yang lebih baik atau berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk mengetahui titik-titik kumpul yang dirasa aman,” ucap Hadi Rahmat.

Pemkab Sumedang menetapkan status tanggap darurat bencana angin puting beliung yang terjadi, Rabu (21/2). Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, penetapan status itu karena telah terjadi kerusakan berat dampak bencana puting beliung di Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

”Surat Keputusan Nomor 215 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Angin Puting Beliung selama tujuh hari terhitung sejak 22 sampai 29 Februari 2024,” kata Herman di Kabupaten Sumedang.

Herman menyatakan, penetapan status tanggap darurat bencana angin puting beliung tersebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan situasi di lapangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore