Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2024 | 19.04 WIB

Pemkot Surabaya Kebut Penanganan Banjir di Wilayah Kecamatan Pakal dan Benowo

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Syamsul Hariadi (tengah) menjelaskan penanganan banjir di kantor Pemkot Surabaya./ (Foto: Suryanto) - Image

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Syamsul Hariadi (tengah) menjelaskan penanganan banjir di kantor Pemkot Surabaya./ (Foto: Suryanto)

JawaPos.com - Pemkot Surabaya tengah mengebut pengerjaan penanganan banjir di wilayah Surabaya, yaitu di Kecamatan Pakal dan Benowo.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir kiriman dari wilayah Gresik datang kembali. Banjir kiriman tersebut terjadi pada akhir pekan lalu.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, pembangunan tanggul dilakukan di dua lokasi.

Yakni, Jalan Pakar Madya dan Jalan Tengger Raya. Tekniknya menggunakan karung pasir.

"Untuk sementara kita tahan airnya biar nggak masuk kemudian kita pasang dinding tanggul permanen," ujarnya, dilansir dari Radar Surabaya, Kamis (22/2).

Proyeknya berjalan dari perbatasan Gresik hingga Kali Kluwung. Saat ini, dia menilai progres pembangunan tanggul berjalan positif.

"Kalau sudah terpasang nanti kita kurangi langsung pasang yang tanggul permanen," ucapnya.

Pemkot Surabaya menyampaikan bahwa pembangunan tersebut menggunakan perhitungan yang matang dan dinding tangguk harus dibangun dengan pondasi yang kuat.

Alasan harus menggunakan pondasi yang kuat adalah agar tidak mudah roboh untuk menahan debit air yang datang.

"Karena dinding tanggul ini harus ada pondasinya. Tapi untuk menanggulangi kalau ada hujan lagi, itu ada sandbagnya dulu. Nanti setelah sandbag terpasang, kita kurangi pasang tanggul permanen. Jadi mengerjakan dinding tanggulnya nanti berjalan sambil bertahap," jelasnya.

Di Jalan Tengger Raya misalnya, dia menyebut bahwa pembangunan tanggul bisa dilakukan lebih cepat. pondasi tanggul dibangun dari batu kuwung.

Pembangunan tanggul permanen di Jalan Tengger Raya bertujuan untuk membendung aliran banjir. Hal ini dilakukan agar tidak meluber hingga ke jalan dan tempat tinggal warga.

Tanggul tersebut akan dibangun dengan ketinggian mencapai hingga 1 meter. Syamsul mengatakan Sudah mulai pengerjaan, di daerah Tengger Raya itu langsung dinding tanggul, karena dia sudah ada pondasinya.

Jadi buangan air dari Gresik itu langsung kita bisa tahan dengan dinding tanggul karena dia sudah ada pondasinya lebih cepat.

Dia menargetkan, pembangunan tanggul dan peninggian jalan rampung dalam waktu sebulan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore