Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2024 | 21.58 WIB

Beri Kuliah Umum di Digital Hub, Emil Dardak Soroti KEK Singhasari

Emil Dardak beri kuliah umum di Digital Hub Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. - Image

Emil Dardak beri kuliah umum di Digital Hub Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

JawaPos.com–Digital Hub Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, menjadi saksi kuliah inspiratif yang diselenggarakan Emil Dardak. Dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah, industri, dan akademisi.

Emil Dardak memberikan pandangan tentang pentingnya hilirisasi digital dalam mendukung mewujudkan Visi Indonesia Emas 2024. Visi Indonesia Emas 2024 digagas pemerintah bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandasan gotong royong.

Dalam mencapai visi itu, menurut dia, salah satu pilar utama adalah transformasi digital yang komprehensif. Hilirisasi digital, sebagai bagian integral dari transformasi tersebut, memiliki peran krusial dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperluas akses terhadap layanan dan teknologi informasi.

Emil Dardak menyoroti KEK Singhasari sebagai salah satu manifestasi ekosistem yang mendukung percepatan hilirisasi digital. Dengan end-to-end value chain dari pendidikan dan lembaga pelatihan digital hingga saluran ke dunia industri animasi, film, dan pengembangan teknologi, KEK Singhasari memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dan produksi digital yang berdampak luas bagi ekonomi Indonesia.

Dia menyebutkan, salah satu langkah nyata dalam mendukung hilirisasi digital adalah pendirian collaborative research center (CRC) di bidang artificial intelligence (AI) dan machine learning yang akan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB).

”Kehadiran CRC ini diharapkan dapat melengkapi ekosistem digital di KEK Singhasari dan mendorong terciptanya solusi-solusi inovatif yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di ranah digital,” tutur Emil.

Emil Dardak menegaskan, KEK Singhasari akan tetap menjadi motor pembaruan dalam bidang pendidikan dan pengembangan teknologi, tidak peduli siapa pun yang akan memimpin pemerintahan yang akan datang.

”Posisi KEK Singhasari sebagai Proyek Strategis Nasional akan menjadi engine pembaruan dalam bidang pendidikan dan juga pengembangan teknologi, termasuk hilirisasi produknya dalam meningkatkan nilai tambah nasional,” kata Emil optimistis.

Saat ini, KEK Singhasari telah mengembangkan ekosistem digital yang terdiri dari dua klaster utama. Yakni animation and film factory (AFF) dan coding factory.

AFF telah menggabungkan lebih dari 20 studio kreatif dan melibatkan lebih dari 500 pekerja kreatif, termasuk animator. Sementara itu, coding factory, klaster digital yang baru saja diluncurkan dan diresmikan Wagub Jawa Timur Emil Dardak telah melibatkan 200 software developer dan engineer.

Untuk melengkapi ekosistem tersebut, KEK Singhasari juga mengembangkan human development zone (HDZ) sebagai integrated edu-town yang menyediakan solusi pendidikan end-to-end, baik yang bersifat degree maupun non degree. Salah satu upaya terbaru adalah kolaborasi dengan Kings’ College London (KCL) yang akan membuka kelas pertama di bidang digital ekonomi pada September.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore