
Emil Dardak beri kuliah umum di Digital Hub Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.
JawaPos.com–Digital Hub Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, menjadi saksi kuliah inspiratif yang diselenggarakan Emil Dardak. Dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah, industri, dan akademisi.
Emil Dardak memberikan pandangan tentang pentingnya hilirisasi digital dalam mendukung mewujudkan Visi Indonesia Emas 2024. Visi Indonesia Emas 2024 digagas pemerintah bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandasan gotong royong.
Dalam mencapai visi itu, menurut dia, salah satu pilar utama adalah transformasi digital yang komprehensif. Hilirisasi digital, sebagai bagian integral dari transformasi tersebut, memiliki peran krusial dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperluas akses terhadap layanan dan teknologi informasi.
Emil Dardak menyoroti KEK Singhasari sebagai salah satu manifestasi ekosistem yang mendukung percepatan hilirisasi digital. Dengan end-to-end value chain dari pendidikan dan lembaga pelatihan digital hingga saluran ke dunia industri animasi, film, dan pengembangan teknologi, KEK Singhasari memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dan produksi digital yang berdampak luas bagi ekonomi Indonesia.
Dia menyebutkan, salah satu langkah nyata dalam mendukung hilirisasi digital adalah pendirian collaborative research center (CRC) di bidang artificial intelligence (AI) dan machine learning yang akan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB).
”Kehadiran CRC ini diharapkan dapat melengkapi ekosistem digital di KEK Singhasari dan mendorong terciptanya solusi-solusi inovatif yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di ranah digital,” tutur Emil.
Emil Dardak menegaskan, KEK Singhasari akan tetap menjadi motor pembaruan dalam bidang pendidikan dan pengembangan teknologi, tidak peduli siapa pun yang akan memimpin pemerintahan yang akan datang.
”Posisi KEK Singhasari sebagai Proyek Strategis Nasional akan menjadi engine pembaruan dalam bidang pendidikan dan juga pengembangan teknologi, termasuk hilirisasi produknya dalam meningkatkan nilai tambah nasional,” kata Emil optimistis.
Saat ini, KEK Singhasari telah mengembangkan ekosistem digital yang terdiri dari dua klaster utama. Yakni animation and film factory (AFF) dan coding factory.
AFF telah menggabungkan lebih dari 20 studio kreatif dan melibatkan lebih dari 500 pekerja kreatif, termasuk animator. Sementara itu, coding factory, klaster digital yang baru saja diluncurkan dan diresmikan Wagub Jawa Timur Emil Dardak telah melibatkan 200 software developer dan engineer.
Untuk melengkapi ekosistem tersebut, KEK Singhasari juga mengembangkan human development zone (HDZ) sebagai integrated edu-town yang menyediakan solusi pendidikan end-to-end, baik yang bersifat degree maupun non degree. Salah satu upaya terbaru adalah kolaborasi dengan Kings’ College London (KCL) yang akan membuka kelas pertama di bidang digital ekonomi pada September.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
