Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2024 | 20.47 WIB

Ketersediaan Air Bersih dan Pakaian Pengungsi Banjir dari Demak di Kudus Semakin Berkurang

Pengungsi asal Karanganyar, Demak yang berada di posko pengungsian Terminal Jati Kudus, Minggu (11/2). (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS) - Image

Pengungsi asal Karanganyar, Demak yang berada di posko pengungsian Terminal Jati Kudus, Minggu (11/2). (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

JawaPos.com- Jumlah pengungsi korban banjir akibat tanggul jebol dari Demak di Kudus terus bertambah.
 
Melansir dari Radar Kudus (JawaPos Grup) pada Senin (12/2), jumlah pengungsi mencapai 2.804 orang pada saat ini, meningkat dari 2.163 pengungsi pada Sabtu (11/2).
 
 
Kebutuhan pengungsi mulai terasa, terutama untuk susu, popok, air bersih, dan pakaian yang semakin menipis. 
 
Camat Jati Fiza Akbar menyatakan bahwa kebutuhan paling mendesak adalah pampers dan susu formula, serta pakaian dalam untuk pria dan wanita. 
 
Selain itu, ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan utama mengingat jumlah pengungsi yang terus bertambah.
 
Meskipun sebelumnya ada persediaan air bersih dari PT Pura, namun kini kebutuhan akan air semakin mendesak karena jumlah pengungsi semakin banyak.
 
Seorang pengungsi mengungkapkan bahwa saat banjir datang, dia terpaksa memanjat ke atas genteng dengan bantuan pohon setelah air naik hingga mencapai bahu orang dewasa dalam waktu singkat. 
 
 
Dia kemudian menunggu pertolongan dari tim SAR selama 12 jam dari atas genteng, sambil berteriak meminta tolong dan menahan lapar.
 
"Saat ini karena jumlah pengungsi bertambah, kami harapkan ketersediaan air bersih juga selalu tersedia," jelasnya.
 
Sementara itu, Koordinator Piket Posko Terminal Induk Jati Kudus, Arif Anggoro, menyatakan bahwa jumlah pengungsi asal Demak terus bertambah seiring dengan berhasil dievakuasinya warga. 
 
Menurutnya, banjir di Karanganyar, Demak, akibat tanggul jebol semakin meluas hingga ke selatan kawasan Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Demak.
 
"Ketinggian air di kawasan jalan pantura Kudus-Semarang masih tinggi. Ketinggiannya 1,5 meter hingga 2 meter. Air belum bisa mengalir," tuturnya.
 
Dirinya belum mengetahui kapan air dapat surut. Menurutnya, pihak dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sedang menangani tanggul yang bocor. 
 
Terlebih saat ini debit air di Bendung Klambu mengalami kenaikan.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore