Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Oktober 2022 | 21.52 WIB

Cerita Haru Seorang Ibu yang Anaknya Selamat dari Tragedi Kanjuruhan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - “Anakku iki urip nemu nyowo (anakku ini hidup karena menemukan nyawa)." Begitu kata Nafiza Zaqiatul, ibu dari Nur Saguwanto, 19, salah satu korban selamat dari Tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) lalu. Sambil menghela napas lega, Nafiza menatap ke arah anaknya.

“Aan (panggilan Nur, Red) iki wes gak tak olehi budal nonton pertandingan. Pas budal, aku ngomong wes ojok budal mengko keidek-idek (Aan sudah tidak saya perbolehkan berangkat menonton pertandingan. Saat berangkat saya bilang sudah jangan berangkat nanti terinjak-injak),” tutur Nafiza.

Perkataan itu hanya diungkapkannya untuk meminta Aan supaya tidak berangkat. Tidak ada doa atau niat buruk dari apa yang dikatakannya.

“Saya menyesal ngomong begitu. Padahal ngomongnya cuma supaya Aan nggak berangkat. Soalnya kan pertandingan lawan Persebaya. Kalau sama Persebaya, walaupun nggak ada Bonek ya tetap saja berbahaya,” ujarnya.

Nafiza tak pernah membayangkan putra sulungnya itu bakal menjadi korban dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Nafiza justru tak mengetahui ada kerusuhan di stadion yang berjarak kurang dari 1 km dari rumahnya tersebut.

“Aan berangkat malam. Habis tahlilan di rumah tetangga. Jam 12 biasanya sudah pulang. Ini nggak pulang-pulang. Saya justru tahu ada rame-rame (kerusuhan) di status WhatsApp teman saya,” tutur Nafiza.

Ia lalu membangunkan suaminya dan meminta mencari Aan. Hatinya mencelos (sedih) ketika mengetahui Aan tak ada di Stadion Kanjuruhan.

Suaminya baru menemukan Aan pagi hari di rumah sakit. Kepada ibunya, Aan mengatakan bahwa dia tak sadar selama kerusuhan terjadi.

“Saya bisa bilang nemu nyowo, soalnya dia bisa saja kenapa-kenapa dan nggak onok (meninggal), tapi Allah bikin Aan nggak sadar (pingsan) lalu ditolong orang. Sekarang tinggal penyembuhan,” papar Nafiza penuh syukur.

Saat ditemukan, kaki Aan bengkak dan matanya merah. Bibir Aan juga menghitam dan bengkak.

Kata Aan, bibir bengkak dan kakinya yang sakit itu akibat kondisi di dalam stadion. Sebab saat tembakan gas air mata pertama, ia langsung tak sadarkan diri.

“Aku cuma ingat ada suara perempuan. Dia bilang “mas ayo mas!” begitu,” kata Aan yang baru lulus SMA.

Suara perempuan itu sering muncul di mimpinya. Namun, karena tak sadar, ia tak tahu siapa perempuan yang menyelamatkan hidupnya.

“Sekarang alhamdulillah tinggal penyembuhan. Merah di mata tinggal sedikit. Kemarin kan masih merah darah gitu warnanya. Tapi kata dokter bukan karena pembuluh darah yang pecah. Cuma ada zat asing masuk mata. Kalau kaki tinggal istirahat saja. Belum bisa jalan jauh. Jadi rajin kontrol tiap seminggu sekali,” tutup Nafiza.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore