
Teka-teki yang membuat mega proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tersebut belum kunjung dimulai alias mandek akhirnya terjawab sudah.
JawaPos.com - Pembangunan fisik mega proyek jalan yang jadi akses utama ke Bandara Dhoho Kediri, yakni Tol Kediri-Tulungagung masih belum juga menemui kepastian. Kendati demikian, teka-teki yang membuat mega proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tersebut belum kunjung dimulai alias mandek akhirnya terjawab sudah.
Diketahui, selain tahapan konstruksi yang berlangsung di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), rupanya persoalan terkait pembebasan tanah di Kota Kediri yang belum sepenuhnya siap juga menjadi kendalanya.
Dilansir Radar Kediri (Jawa Pos Grup) pada Senin (5/2), hingga Minggu (4/2), realisasi pengadaan tanah terdampak di Kota Kediri baru mencapai 23,56 persen saja. Artinya, dari delapan kelurahan di Kota Kediri yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung, baru tiga kelurahan saja yang sudah memasuki tahap pembayaran.
Tiga kelurahan tersebut di antaranya Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Serta Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Gayam di Kecamatan Mojoroto.
Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti menyebut, sejauh ini Kelurahan Semampir jadi yang paling tinggi capaian progresnya, yakni mencapai 87,88 persen.
Menurutnya, di Kelurahan Semampir hanya tersisa satu bidang saja. “Hanya menyisakan satu bidang saja yang belum terbayarkan milik warga. Selebihnya aset pemkot,” ungkapnya.
Kabarnya, warga pemilik satu bidang tanah di Kelurahan Semampir tersebut sempat mengajukan gugatan. Sampai di tahap kasasi, tuntutan atas nilai appraisal itu tidak diterima.
Sehingga, Mahkamah Agung (MA) memutuskan nilai ganti rugi tetap mengacu pada appraisal yang ditetapkan kantor jasa penilai publik (KJPP). “Akhirnya kami dekati lagi dan mereka sudah setuju. Ini dalam proses pemberkasan untuk kami bayar,” jelasnya.
Berdasarkan progres tersebut, perempuan yang akrab disapa Nanda itu menilai Semampir merupakan kawasan yang paling siap untuk dimulainya konstruksi fisik tol.
Sementara itu, capaian di Kelurahan Mojoroto menurut Nanda juga sudah lebih dari separonya. Realisasi pengadaan tanah sudah lebih dari 60 persen sejak minggu lalu.
Saat ditanya trkait enam kelurahan terdampak lainnya di Kota Kediri, Nanda menyebut sejak awal 2024 pihaknya juga terus mengebut pengadaan tanah tol akses bandara tersebut, termasuk keenam kelurahan lainnya selain Mojoroto dan Semampir.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
