Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 00.22 WIB

Ternyata Ini Penyebab Proyek Tol Kediri-Tulungagung Akses ke Bandara Internasional Dhoho Belum Dimulai, Terkendala Pembebasan Tanah

Teka-teki yang membuat mega proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tersebut belum kunjung dimulai alias mandek akhirnya terjawab sudah. - Image

Teka-teki yang membuat mega proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tersebut belum kunjung dimulai alias mandek akhirnya terjawab sudah.

JawaPos.com - Pembangunan fisik mega proyek jalan yang jadi akses utama ke Bandara Dhoho Kediri, yakni Tol Kediri-Tulungagung masih belum juga menemui kepastian. Kendati demikian, teka-teki yang membuat mega proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tersebut belum kunjung dimulai alias mandek akhirnya terjawab sudah.

Diketahui, selain tahapan konstruksi yang berlangsung di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), rupanya persoalan terkait pembebasan tanah di Kota Kediri yang belum sepenuhnya siap juga menjadi kendalanya.

Dilansir Radar Kediri (Jawa Pos Grup) pada Senin (5/2), hingga Minggu (4/2), realisasi pengadaan tanah terdampak di Kota Kediri baru mencapai 23,56 persen saja. Artinya, dari delapan kelurahan di Kota Kediri yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung, baru tiga kelurahan saja yang sudah memasuki tahap pembayaran.

Tiga kelurahan tersebut di antaranya Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Serta Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Gayam di Kecamatan Mojoroto.

Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti menyebut, sejauh ini Kelurahan Semampir jadi yang paling tinggi capaian progresnya, yakni mencapai 87,88 persen.

Menurutnya, di Kelurahan Semampir hanya tersisa satu bidang saja. “Hanya menyisakan satu bidang saja yang belum terbayarkan milik warga. Selebihnya aset pemkot,” ungkapnya.

Kabarnya, warga pemilik satu bidang tanah di Kelurahan Semampir tersebut sempat mengajukan gugatan. Sampai di tahap kasasi, tuntutan atas nilai appraisal itu tidak diterima.

Sehingga, Mahkamah Agung (MA) memutuskan nilai ganti rugi tetap mengacu pada appraisal yang ditetapkan kantor jasa penilai publik (KJPP). “Akhirnya kami dekati lagi dan mereka sudah setuju. Ini dalam proses pemberkasan untuk kami bayar,” jelasnya.

Berdasarkan progres tersebut, perempuan yang akrab disapa Nanda itu menilai Semampir merupakan kawasan yang paling siap untuk dimulainya konstruksi fisik tol.

Sementara itu, capaian di Kelurahan Mojoroto menurut Nanda juga sudah lebih dari separonya. Realisasi pengadaan tanah sudah lebih dari 60 persen sejak minggu lalu.

Saat ditanya trkait enam kelurahan terdampak lainnya di Kota Kediri, Nanda menyebut sejak awal 2024 pihaknya juga terus mengebut pengadaan tanah tol akses bandara tersebut, termasuk keenam kelurahan lainnya selain Mojoroto dan Semampir.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore