JawaPos.com - Saat ini telah ada dua pembangunan tol di Yogyakarta, yakni Tol Jogja-Bawen dan Tol Jogja-Solo.
Beroperasinya jalan tol yang akan melintasi wilayah Yogyakarta tersebut diprediksi akan memberikan dampak positif maupun negatif.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengaku sudah menyiapkan langkah agar dampak positif dapat dirasakan pada sektor pariwisata.
Ishadi juga mengaku bahwa perlu adanya berbagai macam persiapan untuk menyambut beroperasinya tol-tol tersebut agar Kabupaten Sleman tidak hanya menjadi wilayah perlintasan saja.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan program agar rest area dan jalan exit tol bisa dimanfaatkan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat sektor usaha yang menarik minat wisatawan, khususnya yang menggunakan akses jalan tol.
Menurutnya, dengan adanya sektor usaha di rest area, diharapkan para pengguna jalan tol bisa mampir dan berwisata ke Sleman.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun perlu adanya kesiapan dari masyarakat setempat.
"Jalan tol harus dimaknai bahwa akses menuju pariwisata di Sleman semakin mudah," ujar Ishadi, seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Senin (5/2).
Selain itu Ishadi juga tengah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi tantangan jalan tol agar wilayah barat dapat semakin hidup.
Dalam artian, potensi pariwisata di wilayah tersebut dapat berkembang, di samping peran utamanya sebagai lumbung pangan.
Dia juga mengatakan bahwa setelah viralnya destinasi wisata Cibuk Kidul, kawasan Sleman barat saat ini sudah mulai berkembang.
Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya untuk mendorong pengembangan di wilayah lain, salah satunya melalui kegiatan wisata Ngayogjazz di Padukuhan Gancahan, Godean.
"Kue pariwisata juga harus dinikmati Sleman barat," tegasnya.
Sebagai informasi, saat ini memang ada dua pembangunan tol yang sedang berjalan di Jogjakarta, yakni Tol Jogja-Bawen dan Tol Jogja-Solo.
Untuk Tol Jogja-Bawen memiliki lokasi pintu keluar atau exit di kalurahan Banyurejo, Tempel dan daerah Jombor, Mlati.
Sedangkan Tol Jogja-Solo memiliki empat pintu keluar atau exit yang berada di sepanjang ringroad utara.
Di antaranya berada di Maguwoharjo, sekitar kampus UPN, Monumen Jogja Kembali (Monjali), dan Trihanggo.
Sementara itu, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT. Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyampaikan bahwa secara keseluruhan progres pembangunan tol mencapai 20 persen.
Sedangkan target pengerjaan Tol Jogja-Solo tersebut diharapkan bisa selesai pada akhir tahun 2024 mendatang.
"Kami berharap tidak ada kendala agar target bisa tercapai sesuai rencana," ucap Adlyan.