Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 11.30 WIB

Daya Tarik Bandara Internasional Dhoho Kediri, Perusahaan Transportasi Berebut jadi Angkutan Bandara, Damri dan PO Harapan Jaya Sudah Dapat Izin

Bandara Dhoho Kediri. - Image

Bandara Dhoho Kediri.

JawaPos.com - Kepastian mulai beroperasinya Bandara Internasional Dhoho di Kediri belum ada hingga saat ini. Namun, magnetnya bagi pengusaha transportasi sangat kuat. Sudah banyak perusahaan transportasi darat yang mengajukan izin agar bisa beroperasi dengan tujuan bandara yang ada di wilayah Kediri barat itu.

Setidaknya ada beberapa jenis transportasi yang akan beroperasi. Baik itu bus, taksi, taksi online, serta rent car. Dari semua itu, yang sudah dipastikan mendapat izin baru dari kelompok bus, yaitu Damri dan PO Harapan Jaya.

“Total akan ada empat jenis transportasi yang beroperasi di bandara,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari dilansir Radar Kediri (Jawa Pos Group).

Dari semua itu, sudah ada beberapa yang mengajukan izin. Baik itu dari kelompok bus, taksi, dan Asosiasi Pengusaha Rent-Car Daerah (Asperda) Jatim. Namun, yang sudah mengantongi izin adalah Damri dan PO Harapan Jaya. Saat beroperasi nanti, Damri akan berkekuatan empat armada yang melayani dua rute yaitu trayek Bandara Dhoho ke Terminal Pare dan Bandara Dhoho-Terminal Gayatri Tulungagung.

Sementara, PO Harapan Jaya bakal berkekuatan sepuluh armada dengan tiga rute perjalanan yaitu Bandara Dhoho ke Terminal Pare, Bandara Dhoho ke Terminal Gayatri, dan Bandara Dhoho ke Terminal Anjuk Ladang Nganjuk.

Dua perusahaan bus itu sudah siap beroperasi. Termasuk telah melakukan uji coba. “Mereka juga sudah melakukan simulasi. Dan semuanya berlangsung lancar,” terang Yudha.

Untuk kelompok taksi konvensional, baru PT Blue Bird Tbk yang mengajukan izin. Perusahaan yang armada taksinya bernama Bluebird kabarnya beroperasi mulai Kamis (1/2). Meski, dari sisi perizinan belum lengkap.

Khusus Bluebird, memang punya sedikit keistimewaan. Sembari mengurus dan melengkapi persyaratan perizinan, mereka boleh beroperasi. “Karena itu memang permintaan langsung dari (PT) Angkasa Pura I,” sebut Yudha.

Lalu, apa persyaratan yang harus dilengkapi perusahaan taksi tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang belum dipenuhi perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta Selatan itu. Seperti membuka kantor di Kediri, kendaraannya berplat AG Kediri, serta memiliki sopir warga Kabupaten Kediri.

Pihak yang juga sudah mengurus izin adalah Asperda. Bahkan, izin itu sudah disampaikan sejak lama. Namun masih dalam proses dan belum keluar persetujuannya.

Sedangkan jenis transportasi online, Yudha menyebut ada beberapa perusahaan yang berkirim surat ke AP 1. “Untuk yang transportasi online baru saja ada pembicaraan. Terkait detailnya kami belum tahu,” sambung Yudha.

Selain masalah izin, Yudha juga menyinggung soal tarif angkutan bandara. Namun, hal itu menjadi kewenangan Dishub Provinsi Jawa Timur. Informasi terakhir, tarif untuk batas atas dan bawah sudah ditentukan. Dalam waktu dekat bakal segera diumumkan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi membenarkan jika taksi Bluebird beroprasi pada 1 Februari 2024. “Itu (Bluebird beroperasi, Red) adalah permintaan dari AP I,” tandasnya.

Pada 1 Februari, yang juga beroperasi tidak hanya taksi Bluebird, tapi juga beberapa stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Itu hanya untuk persiapan sebelum bandara beroperasi,” pungkas Sukadi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore