Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 14.33 WIB

Banyak Insiden Kecelakaan, ini Alasan Bus Sugeng Rahayu Tetap Jadi Primadona Menurut Bus Mania

Bus Sugeng Rahayu memiliki fans yang bernama SG Lovers. (sumbergroupbus) - Image

Bus Sugeng Rahayu memiliki fans yang bernama SG Lovers. (sumbergroupbus)

JawaPos.com – Baru-baru ini, Bus Sugeng Rahayu menjadi perbincangan karena insiden kecelakaan yang melibatkan mereka dengan seorang pengendara motor hingga tewas, di Jalan Raya Letjend Sutoyo, Waru, Sidoarjo.

Terbaru, sopir bus Yudi Andriawan yang berusia 31 tahun ditetapkan menjadi tersangka. Mengutip Radar Sidoarjo, pada Selasa (30/1), AKP Ony Purnomo, selaku Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo mengungkapkan bahwa sopir diputuskan bersalah, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan.

"Sopir sudah ditetapkan jadi tersangka. Akan kita limpahkan berkasnya ke kejaksaan," ujarnya. Diketahui, tersangka berasal dari Desa Kurahan, Kecamatan Ronggot, Kabupaten Nganjuk. Sedangkan korban, Sugeng Santoso, pria 37 tahun warga Dusun Karangpoh, Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo

Meski banyak insiden yang menimpa, bus yang identik dengan gambar lumba-lumba itu tetap menjadi primadona transportasi untuk masyarakat seputaran Surabaya-Jogjakarta, yang meliputi Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Sragen, Solo, Klaten hingga Jogja.

Salah satu Bus Mania yang bernama Gustomi Sutioso, menjelaskan mengapa Sugeng Rahayu tak pernah benar-benar kehilangan pelanggan setianya, meski telah banyak insiden kecelakaan yang menimpa mereka.

Gustomi menerangkan bahwa faktor pertama kejayaan Sugeng Rahayu adalah, meski segmen mereka yang terkenal adalah bus ekonomi, tetapi mereka melayani banyak rute atau trayek untuk pelanggan setianya.

“Mereka (Sugeng Rahayu) ini trayeknya banyak, mulai dari Surabaya-Solo, Surabaya-Jogja, Surabaya-Semarang, bahkan ada Surabaya-Cirebon, ada juga Surabaya-Purwokerto, bahkan Surabaya-Bandung juga,” kata Gustomi saat dihubungi JawaPos.

Selain itu, faktor lain yang bisa membuat bus dari Sumber Group tersebut diterima dari berbagai kalangan adalah segmen yang mereka tawarkan bukan hanya ekonomi, tapi ada juga eksekutif atau patas.

“Sugeng Rahayu punya ekonomi yang warna biru gambar lumba-lumba itu, punya juga yang eksekutif yang (warna) merah-kuning, jadi mereka dapat pasarnya dari beberapa kalangan,” lanjut pria 24 tahun itu.

Selanjutnya, alasan utama Sugeng Rahayu memiliki pelanggan setia adalah membangun customer relationship, yang merupakan ide untuk menimbulkan interaksi antara perusahaan dan konsumen.

“Secara sengaja atau tidak, mereka membangun customer relationship, kayak ngasih nama ke armadanya. Misal S 7083 UZ dinamain Stut Jack, ini biasanya yang Semarangan (rute Surabaya-Semarang),” jelas pria yang kerap disapa Tomi.

Penamaan tersebut secara tak langsung membuat Sugeng Rahayu memiliki relasi yang baik dengan pelanggan setianya. Di sisi lain, timbul rasa bangga dari pelanggan yang bisa menghafalkan julukan-julukan dari setiap armadanya.

Meski terkesan ugal-ugalan, Gustomi menerangkan bahwa hal tersebut menjadi adrenalin tersendiri untuk beberapa orang.

“Gaya pegas dari bus kan lebih besar daripada mobil, ya. Jadi ada adrenalin tersendiri untuk mereka yang bisa menikmati,” katanya saat ditanya tentang Sugeng Rahayu yang ugal-ugalan.

Gustomi Sutioso adalah Bus Mania yang berasal dari Pemalang, namun dalam kurun tahun 2011 hingga 2018, ia berdomisili di Jombang, sehingga bisa menjadi pecinta bus.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore