
Sejumlah Tapah “mini” yang juga ditampung Haji Boy.
JawaPos.com - Kekayaan alam Indonesia memang tak ada duanya. Salah satunya di Sungai Mempawah yang masih sangat terjaga keasriannya, walaupun aliran sungai sudah dicemari dampak penambangan liar yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Kalbar. Meski begitu, para nelayan masih menemukan ikan Tapah berukuran jumbo.
Ikan Tapah ini diyakini sebagai salah satu spesies langka. Tak tanggung-tanggung, nelayan Mempawah berhasil menangkap Tapah dengan berat 90 kilogram. Setinggi badan manusia dewasa. Hal ini diungkapkan salah seorang pengepul ikan Kota Mempawah, Haji Boy. “Saya menerima ikan yang dibawa dengan total 1 ton lebih,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar, Rabu (10/10).
Dia membeberkan, Tapah paling besar yang berhasil ditangkap memiliki bobot 90 kilogram. Ada satu ekor lagi yang berbobot lebih kecil, yakni 70 kilogram. “Nelayan menangkapnya waktu sanggat (saat Tapah pergi ke pinggiran untuk bertelur),” jelas Boy.
Selain ikan raksasa ini, Boy mengungkapkan, Tapah berukuran kecil juga banyak didapat nelayan. Beratnya antara 1-30 kilogram. “Saya hargai per kilogramnya Rp 45ribu, dan setelah ini rencananya akan dijual ke pengepul di Pontianak,” bebernya. "Insya Allah selama ini nelayan merasa terbantu dengan kita lakukan pengepulan. Kita tidak mengurangi harga walau mengambil dengan nilai ton," imbuh Boy.
Di lain sisi, potensi sungai Mempawah menjanjikan untuk para pembudi daya ikan di keramba. Hanya saja, keluhan muncul dari mereka. Pasalnya, peternak ikan ini terimbas kenaikan harga pakan akibat loyonya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Salah seorang petani keramba apung Mempawah, Zainal mengungkapkan, saat ini harga pakan ikan per karungnya mencapai Rp 325 ribu. “Kenaikan ini akibat nilai tukar rupiah turun terhadap dolar, membuat sejumlah merek pakan ikan mengalami kenaikan,” bebernya.
Bahkan, menurut Zainal, kenaikan harga pakan ikan itu sudah berkali-kali dalam setahun. “Padahal di awal tahun untuk harga pakan ikan per karungnya seharga 308 ribu rupiah,” ungkapnya.
Sementara daya beli konsumen saat ini stagnan. “Meskipun pemesanan ikan dari konsumen tidak mengalami penurunan, tetapi keuntungan yang didapat menjadi berkurang,” keluh Zainal. “Biasanya dalam sepetak keramba menghasilkan sekitar 7 juta rupiah, kini menurun 30 persen," sambungnya.
Dengan lonjakan harga pakan yang bertubi-tubi ini, para pembudi daya ikan mengharapkan pemerintah menyubsidi harga pakan ikan. Hal ini tentu untuk meringankan petani.
Ketika dikonfirmasi via seluler, Senin (8/10), Kepala Bidang Perikanan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Tedy Prawoto, belum dapat memberikan komentar terkait keluhan tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
