
Photo
JawaPos.com- Konflik dengan motif fanatisme pada perguruan silat tampaknya semakin membuat miris saja. Sudah kerap terjadi di banyak tempat. Bahkan, kejadian terbaru di Kabupaten Jember, anak-anak SMP sudah main keroyok. Latar belakang aksi brutal itu juga soal perguruan silat. Karena itu, mesti mendapat atensi lebih serius para pemangku kebijakan. Agar tidak lagi ada korban dan makin meresahkan.
Hari ini (24/8), seorang pelajar SMPN di Jember babak belur setelah dihajar kawanan pelajar dari SMP negeri lain. Bahkan, korban sampai pingsan. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah korban keluar dari sekolahnya, yang berlokasi Kecamatan Kaliwates, Jember.
Kapolsek Kaliwates Kompol M. Zaenuri membenarkan peristiwa kekerasan yang melibatkan para pelajar SMP tersebut. Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Selepas korban mengikuti pelajaran di sekolah.
“Anggota kami sudah mendatangi sekolah dan rumah korban untuk memastikan kondisinya. Kami akan memberi perhatian khusus, karena korban dan terduga pelakunya masih anak-anak,” kata Zaenuri seperti dikutip Jawa Pos Radar Jember, Rabu (24/8) sore.
Kasus ini sempat viral di media sosial. Keluarga korban tidak terima dengan perlakukan kawanan pelajar yang mengeroyok keponakannya itu. Pihak keluarga memosting foto korban yang tergeletak tak berdaya. Dalam unggahannya, dia meminta para pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta maaf.
“Kejadian ini memang sudah viral di media sosial. Kasusnya penganiayaan terhadap salah satu murid SMP. Selanjutnya, kami mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jember,” tuturnya.
Karena melibatkan anak-anak, maka kasus tersebut akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember. Kendati demikian, sejauh ini belum diketahui apakah pihak keluarga korban sudah melapor atau belum.
Dalam perkembangannya, Zaenuri menjelaskan, setelah kasus pengeroyokan ini menyebar di media sosial, anggotanya segera menelusuri dan melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak. Termasuk keluarga korban dan kepala sekolah.
Diketahui, korban berinisial ASP, 15, warga yang tinggal di Kecamatan Kaliwates. Adapun pelakunya ada tiga. Yakni, DAF, 15, MTA, 15, dan WAY, 16. Ketiga pelaku juga tinggal di Kecamatan Kaliwates. Satu di antaranya masih tercatat sebagai teman satu sekolah dengan korban.
“Peristiwa tersebut terjadi karena korban diduga telah mencoret logo PSHT di bangku kelas 8C SMPN 12 Jember. Hal tersebut didengar oleh pelaku, hingga kemudian pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban,” ungkap Zaenuri.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sakit di bagian lengan akibat terkena pukulan DAF. Korban juga mengalami sakit di leher akibat tendangan MTA, serta sakit di punggung akibat sikutan WAY.
Setelah mendatangi TKP, lanjut Zaenuri, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak sekolah, meminta keterangan pelaku, serta mengarahkan keluarga korban agar membuat laporan di Polres Jember.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, aksi penyerangan terhadap salah seorang siswa SMPN di Jember sepertinya sudah direncanakan. Saksi mata di lokasi kejadian menyebut, beberapa hari sebelum kejadian, sekelompok pelajar dari SMP lain sudah kerap bergerombol di kawasan pujasera, dekat SMP yang menjadi lokasi pengeroyokan.
Iin, pedagang yang menyaksikan insiden itu, mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB atau saat jam pulang sekolah. Penyerangan itu berlangsung di halaman parkir Pujasera GNI. “Saya melihat korban itu sudah tidak berdaya. Lalu, menyeberang menuju satpam (untuk meminta tolong),” katanya.
Iin telah mencurigai bakal ada bentrok. Sebab, beberapa hari sebelumnya, ada sekelompok siswa yang berkumpul di area parkir pujasera tersebut. “Sudah empat hari terakhir ini, siswa itu mencurigakan. Sebelumnya sudah sempat ramai, tapi ditegur oleh pedagang yang ada di pujasera,” imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
