
Ilustrasi Covid-19. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Diduga ada tindakan malapraktik pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Dugaan itu muncul pasca kematian bayi paksaan persalinan normal ibu hamil di RSUD Jombang.
Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (Link) Aan Anshori menilai, bisa jadi kasus itu bukan kasus tunggal.
”Bisa jadi memang pelayanan ada perbaikan, namun tak menutup kemungkinan, ini juga fenomena gunung es, sangat mungkin banyak juga masyarakat yang memiliki keluhan layanan di RSUD Jombang namun memilih diam karena takut,” terang Aan Anshori, Minggu (7/ 8).
Aan mengapresiasi keluarga korban untuk speak up dan menceritakan kasus itu kepada khalayak. Keberanian mereka mengungkap buruknya layanan kesehatan juga adanya dugaan perbedaan perlakukan kepada pasien.
”Saya sangat mengapresiasi keberanian keluarga yang memiliki kebranian menyuarakan ini ke pubik. Hingga viral dan masalah ini jadi atensi bersama,” lanjutnya.
Aan menilai buruknya pelayanan RSUD Jombang sudah sering disuarakan. Namun, seringkali pula hal itu menguap tak berbekas.
”Sudah sangat lama, RSUD Jombang sebagai institusi kesehatan yang paling dibanggakan itu terdengar kabar terkait buruknya pelayanan,” tambah Aan.
Dia minta seluruh pihak ambil peran dalam mengatasi masalah itu. DPRD, disebutnya harus peka dan melakukan tindakan serius pada institusi yang dibiayai pemerintah namun tak mampu memberikan layanan prima.
”Tidak hanya memanggil, kalau perlu membentuk tim untuk melakukan investigasi, karena mereka secara politik dewan bisa melakukan itu,” ucap Aan.
Aan juga mengapresiasi upaya kepolisian untuk secara aktif melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan malapraktik itu. Kasus ini layak untuk terus didalami dan dicari siapa yang harus bertanggung jawab.
”Jangan sampai kasus ini menguap. Polisi harus memastikan yang bersalah harus dibawa ke pengadilan, dan masyarakat yang jadi korban mendapat keadilannya,” imbuh Aan.
Sedangkan kepada Bupati Jombang sekaligus manajemen RSUD Jombang, Aan menyebut kejadian itu harusnya jadi momentum besar untuk melakukan bersih-bersih.
”Ini momentum evaluasi bagi pihak rumah sakit juga Pemkab bahwa layanan publik kesehatan tidak boleh diskriminatif atas nama kelas,” ujar Aan.
Sebelumnya, pasangan Yopi Widianto, 26 dan Rohma Roudotul Jannah, 29, warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito kehilangan bayinya yang baru lahir. Proses persalinan buah hati pertamanya berujung kematian karena diminta menjalani persalinan normal oleh pihak RSUD Jombang. Padahal, rujukan dari puskesmas meminta mereka untuk mendapatkan persalinan caesar.
Menurut Yopi, permintaan itu ditolak pihak RSUD. Tenaga kesehatan di RSUD Jombang mengatakan bahwa proses persalinan berjalan lancar dan cepat.
”Kata perawatnya tidak di-caesar karena bukaannya cepat,” terang Yopi.
Para perawat yang menangani persalinan itu panik dan menelepon dokter spesialis kandungan karena proses persalinan bermasalah. ”Bahkan sampai ada tiga dokter dan belum berhasil. Itu posisi jam 9 malam,” jelas Yopi.
Kemudian jabang bayi dinyatakan meninggal. Yopi yang menemani istrinya, langsung lemas dan hanya bisa pasrah. Dia makin shock ketika dipanggil dokter yang menyarankan dilakukan operasi pemisahan tubuh dengan kepala bayi. Alasannya, karena tubuh bayi tak bisa keluar dari jalur lahir.
”Itu satu satunya jalan untuk mengeluarkan badan bayi. Mau tidak mau akhirnya dipisah agar bisa keluar dari jalur lahir istri saya,’’ terang Yopi.
Dari kejadian itu, dia berharap pihak RSUD Jombang punya itikad baik untuk meminta maaf secara terbuka kepada keluarganya. ”Saya tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi,’’ ucap Yopi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
