
Viral, guru memberikan hukuman untuk siswa yang telat 3 menit. Video itu mendapat perhatian dari anggota DPD RI Arya Wedakarna. (Tiktok @aryawedakarnasuyasa)
JawaPos.com – Terlambat datang ke sekolah 3 menit, siswa SMK Negeri 5 Denpasar, Bali, dihukum menulis selama 1,5 jam sehingga tertinggal 2 mata pelajaran.
Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian dari Anggota DPD RI Arya Wedakarna. Unggahan video tersebut telah mendapatkan berbagai komentar dari netizen baik pro maupun kontra.
Banyak netizen yang tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan guru BK karena berlebihan dalam memberikan hukuman. Namun, tidak sedikit juga netizen sependapat dengan tindakan Arya saat memarahi para guru BK tersebut.
Kejadian tersebut viral setelah diunggah oleh Anggota DPD RI Arya Wedakarna pada Selasa (16/1). Hingga berita ini ditulis, video tersebut mendapatkan 26,6 juta tayangan dan 42,1 ribu komentar.
“Siswa terlambat hanya 3 menit, tp diberi tugas jingga 1,5 jam menulis tugas yg tdk ada hubungan. Dengan alasan tugas literasi, siswa sampai ketinggalan 2 Mata Pelajaran. Menurut DPD RI AWK Siswa terlambat sedikit tidak apa2 asal selamat dijalan, apalagi kondisi DPS macet. DPD RI menolak juga HP siswa dikumpulkan diruang BK karena BK "curiga" siswa main HP saat dpt tugas. Lokasi SMK Negeri 5 Denpasar (admin) @jokowi #wedakarna #wedakarnasmkn5denpasar,” tulis dalam caption akun Tiktok @aryawedakarnasuyasa
Lebih lanjut, Arya menyarankan agar hukuman yang diberikan kepada siswa tidak melebihi batas. “Saya mengeluarkan uang APBN agar mereka masuk kelas, bukan untuk menerima hukuman. Hukuman itu yang humanis saja,” terangnya.
"Ibu merasa diri paling hebat gitu ya? Terus anak-anak bagaimana sekarang. Misalkan situasi macet, kalian di kantor pemerintah terlambat 5 menit 10 menit tidak masalah karena situasional,” tambahnya.
Anggota DPD RI Arya Wedakarna tersebut melayangkan protes karena siswa yang terlambat 3 menit menyebabkan ketinggalan dua mata pelajaran karena hukuman menulis.
Dalam video unggahan itu memperlihatkan tiga orang siswa usai mengerjakan hukuman yang diterimanya.
Video tersebut juga terlihat Arya Wedakarna memarahi para guru khususnya guru BK sambil memegang kertas tulisan siswa yang dihukum.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
