
Para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan JLS Tulungagung (YOGA DANY DAMARA/RADAR TULUNGAGUNG)
JawaPos.com - Sebulan video beredar di dunia maya terkait para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih saja bendel berjualan di tepi jalan JLS Pantai Sine Tulungagung.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Radar Tulungagung (Jawa Pos Group) ini memperlihatkan bagaimana kondisi JLS Pantai Sine Tulungagung pada Sabtu (13/1/2024) malam yang masih ramai dengan penjual.
Para pedagang terlihat menjajakan dagangannya menggunakan mobil, padahal Satpol PP Tulungagung bersama dengan Perhutani KPH Blitar baru tiga hari sebelumnya melakukan penertiban.
Meski sudah dilakukan penertiban, tapi nyatanya para pedagang kaki lima di JLS Tulungagung ini masih saja nekat berjualan menggunakan mobil pribadi, bahkan terlihat banyak sekali pembeli yang datang silih berganti.
Kondisi tersebut selain dapat mengganggu view arah ke laut, juga sangat membahayakan para pengguna jalan karena jarak antara aspal dengan para PKL yang berjualan sangat berdekatan.
Padahal sebelumnya, tim dari Pemerintah Kecamatan Kalidawir, Polsek, Danramil, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kades baru saja melakukan penertiban di sepanjang JLS tersebut.
"Kita sudah ada ketentuan, pemanfaatan kawasan, tanah negara yang selama ini bangunan-bangunan di sini belum memenuhi ketentuan yang berlaku," ujar Wakil Administratur (Adm) Perhutani KPH Blitar, Inugroho SR seperti dikutip dari Radar Tulungagung (Jawa Pos Group) pada Kamis (18/1).
Dari penertiban yang dilakukan tersebut, sebanyak 63 warung warung liar berhasil ditertibkan. Hingga kini, tersisa 10 warung yang masih berdiri (dikonfirmasi sebelum pukul 12.00 WIB).
Unggahan video yang memperlihatkan PKL yang bandel berjualan di tepi jalan JLS Tulungagung ini mengundang banyak komentar dari para netizen, salah satunya akun Instagram @_alfde yang mengkritisi para pedagang liar di kawasan tersebut.
"Ngko lek enek kejadian, nyalahne pemerintah? (Nanti kalau ada kejadian, nyalahin pemerintah?) " tulisnya pada kolom komentar uanggahan video di Instagram @radartulungagung pada Rabu (17/1) tersebut.
Begitu pula dengan akun Instagram @bahtiarsyah_patalutfi yang setuju dengan upaya penertiban yang dilakukan oleh pemerintah.
"Bahaya poll. Setuju ditertibkan saja min. Menghindari kecelakaan lalulintas," tulisnya.
Namun ada juga netizen yang lebih setuju adanya penertiban asalkan para PKL tersebut diberikan solusi.
"Boleh ditertibkan asal ada solusi," tulis akun Instagram @suyanto6305.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
