Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 02.55 WIB

Sebelum Penerbangan Umrah Langsung Terealisasi, Bandara Banyuwangi Rencanakan City Tour di Negara Lain saat Transit Menuju Arab Saudi

Asisten Pemerintahan dan Kesra Arief Setiawan usai rapat dengan PT Angkasa Pura II, Kemenag, perwakilan PPIU, dan pihak ketiga di ruang rapat Sekretariat Daerah Banyuwangi. - Image

Asisten Pemerintahan dan Kesra Arief Setiawan usai rapat dengan PT Angkasa Pura II, Kemenag, perwakilan PPIU, dan pihak ketiga di ruang rapat Sekretariat Daerah Banyuwangi.

JawaPos.com – Rencana pemberangkatan jemaah umrah langsung dari Bandara Internasional Banyuwangi masih terus diupayakan. Sebelum terealisasi, jemaah Umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Banyuwangi akan diajak City Tour ke negara lain saat transit menuju Arab Saudi.

Pada Rabu (10/1), PT Angkasa Pura II bersama kantor Kementerian Agama Banyuwangi dan travel Umrah menggelar rapat di ruang Sekretariat Daerah Banyuwangi. Rapat gabungan tersebut membahas tentang tindak lanjut rencana pemberangkatan umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi.

Dilansir dari Radar Banyuwangi (Jawa Pos Grup), pemberangkatan jemaah umrah langsung dari Bandara Banyuwangi sudah direncanakan sejak tahun lalu. Johan Seno Acton, selaku Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura 2 Bandara Internasional Banyuwangi membenarkan hal tersebut.

“Sebetulnya ini rencana sudah setahun lalu dan diharapkan pada periode awal tahun 2024, Bandar Udara Internasional Banyuwangi akan menjadi tempat pemberangkatan umrah,” ungkapnya.

Namun, untuk sementara keberangkatan umrah dari Bandara Banyuwangi tidak bisa direct flight alias harus transit ke Malaysia, Singapura, dan Bangkok (Thailand). Hambatan untuk tidak bisa langsung menuju ke Saudi inilah yang justru dimanfaatkan oleh Bandara Internasional Banyuwangi untuk menarik perhatian jemaah yang akan umrah.

Rencananya dalam waktu transit yang menghabiskan waktu selama tujuh jam itu akan dimanfaatkan untuk City Tour bersama. City Tour akan diadakan di negara yang ditempati saat transit seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Skema transit ke Malaysia, Singapura, atau Bangkok ini sangat menarik. Selain untuk umrah, juga bisa menarik wisatawan asing datang ke Banyuwangi,” kata Johan. Kemudian rencananya penerbangan tersebut bisa dilakukan dengan metode charter spot atau dengan regular yang berjadwal.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Banyuwangi Zainal Abidin mengatakan, pertemuan tersebut merupakan yang ke lima kalinya membahas hal yang sama.

Namun, Kasi PHU tersebut juga menyatakan bahwa pertemuan kali ini pembahasannya yang paling mendekati realisasi. “Dari lima rapat yang pernah kami ikuti, baru ini yang paling mendekati realisasi,” ungkap Zainal Abidin.

Zainal Abidin juga mengaku optimis Bandara Internasional Banyuwangi sudah bisa memberangkatkan umrah sebelum Ramadhan tiba. “Kami optimistis sebelum Ramadan pemberangkatan umrah bisa langsung dilakukan dari Bandara Internasional Banyuwangi meskipun dengan skema transit,” ungkap Kasi PHU Kemenag.

Begitu juga dengan Direktur Utama Travel Umrah PT Berkah Kubah Hijau Ibnul Mubarok yang mengaku senang dengan rencana tersebut. “Ini yang ditunggu-tunggu, saya kira tidak perlu lama-lama lagi. Segera eksekusi untuk bisa berangkat dari Bandara Internasional Banyuwangi secepatnya,” ujarnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore