Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 02.50 WIB

Usai Terapung 11 Hari di Laut Tiga Nelayan Aceh Dievakuasi Basarnas, Terungkap Penyebab dan Faktanya

Tiga nelayan Aceh yang diselamatkan oleh Tim Basarnas dari kapal tanker saat sudah berada di KN SAR Kresna 232 pada Jumat (12/1)./M Haris SA/ANTARA - Image

Tiga nelayan Aceh yang diselamatkan oleh Tim Basarnas dari kapal tanker saat sudah berada di KN SAR Kresna 232 pada Jumat (12/1)./M Haris SA/ANTARA

JawaPos.com – Tiga nelayan asal Aceh langsung dievakuasi oleh Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dari sebuah kapal tanker setelah sempat 11 hari terapung di lautan. Proses evakuasi tersebut dilakukan dengan kapal SAR KN Kresna 232.

Tiga nelayan Aceh tersebut bernama Jekie Bowie (30), Baihaki (34), dan Rinal Junaidi (46).

Jekie dan Baihaki merupakan warga Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, sementara Rinal Junaidi merupakan warga Kutaraja, Kota Banda Aceh.

Dilansir dari ANTARA, Evakuasi terhadap tiga nelayan Aceh itu dilakukan di Selat Benggala, tepatnya perairan antara Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dengan Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh.

Berjarak 7,3 nautikal dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh pada Jumat (12/1).

Ketiganya merupakan nelayan awak Kapal Motor (KM) Sultan Meulaboh yang mengalami musibah kapal karam.

Salah seorang nelayan yang diselamatkan bernama Rinal Junaidi menjelaskan bahwa kapal yang mereka tumpangi mengalami pecah lambung depan.

“Kami berupaya menutupi lambung depan kapal yang pecah dengan kain, namun ternyata tidak berhasil sampai akhirnya kapal karam hingga tinggal menyisakan bagian atap. Kami bertahan di atas atap rumah kapal itu” ujarnya.

Rinal Junaidi juga menyampaikan mulanya mereka berlayar dari Banda Aceh, lalu sempat berlindung dari cuaca buruk di Kepulauan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Mereka lalu memutuskan lanjut berlayar menuju perairan barat Pulau Weh, Kota Sabang untuk menangkap ikan.

Selama bertahan 11 hari di atas atap kapal itu, mereka bertahan hidup dengan memakan kopi instan dan minum air laut.

Jika cuaca sedang gerimis, mereka baru bisa meminum air tawar. Sementara untuk tidur, mereka membalut diri dengan terpal untuk mencegah kedinginan.

Sebelum dievakuasi Tim Basarnas pada Jumat (12/1) dini hari, mereka sempat ditolong terlebih dulu oleh kapal tanker SC Gold Ocean pada hari Kamis (11/1) pukul 10.00 waktu setempat.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain kepada tim dari ANTARA.

“Mereka ditemukan lebih dulu oleh kapal tanker saat sedang terapung dengan kondisi kapal mereka yang tenggelam di perairan barat, 90 nautical mil dari Pulau Weh. Kemudian mereka dinaikkan ke kapal SC Gold Ocean” ujarnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore