
ilustrasi perkebunan kopi./(Foto: Daniel Reche/Pexels)
JawaPos.com - Jelang operasional Bandara Dhoho Kediri, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri turut mempersiapkan sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan dijual di bandara.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1), Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati mengatakan, diprediksi akan ada sebanyak 60 UMKM yang terlibat untuk menjual produknya di stand yang telah disediakan di bandara.
Menurutnya, setidaknya sudah ada tiga stand UMKM yang dipastikan bakal hadir di bandara internasional tersebut.
“Mereka bisa menjual produknya di tiga stan yang telah disiapkan,” jelas Mamiek, seperti yang dikutip Radar Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1).
Ketiga stand itu terdiri dari craft/kerajinan, makanan/minuman (mamin), dan terakhir yang paling istimewa adalah aneka olahan kopi.
Bukan tanpa sebab disebut istimewa, Mamiek menyebut, produksi biji kopi Kediri yang berlimpah perlu dimaksimalkan keberadaannya.
“Kediri akan memaksimalkan potensi untuk biji kopi,” tambah Mamiek, seperti yang dikutip Radar Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1).
Lebih lanjut, Mamiek mengungkapkan bahwa, disediakannya stand aneka olahan kopi ini karena di beberapa daerah yang ada di Kabupaten Kediri memiliki potensi yang cukup bagus dalam produktivitas biji kopi.
Bukan hanya satu, bahkan hampir semua jenis kopi ada di Kediri. Baik itu Robusta, Arabika, maupun Ekselsa.
Ada pula kopi luwak, kopi lanang, hingga kopi combre. Namun, yang paling mendominasi adalah kopi robusta.
Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, ada sekitar 919 hektare lahan perkebunan kopi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Mamiek menyebut khusus di lereng Gunung Wilis dan Kelud, terdapat ratusan hektar perkebunan kopi.
Diantaranya, 423 hektar untuk kopi robusta, 48 hektar kopi arabika, dan 83 hektar untuk kopi ekselsa.
Kendati demikian, perkebunan kopi di Kabupaten Kediri juga tersebar di beberapa titik lainnya, diantaranya di desa Medowo, satak, Ngancar, Ringinrejo, Kras, Ngadiluwih, Kandat, Wates, Plosoklaten, Gurah, Pare, Mojo, Semen, dan area perkotaan seperti Banyakan dan Grogol.
Dilansir dari Diskominfo Kabupaten Kediri, ekspor kopi juga menjadi salah satu komitmen Bupati Hanindhito Himawan Pramana dalam meningkatkan pangsa pasar dan nilai ekonomi komoditas unggul pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kediri. Sehingga produksi dan distribusinya terus dimaksimalkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
