Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Januari 2024 | 16.30 WIB

Ini Dia Alasan Pemkab Kediri Sediakan Stand UMKM Aneka Olahan Kopi di Bandara Dhoho Kediri

ilustrasi perkebunan kopi./(Foto: Daniel Reche/Pexels) - Image

ilustrasi perkebunan kopi./(Foto: Daniel Reche/Pexels)

JawaPos.com - Jelang operasional Bandara Dhoho Kediri, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri turut mempersiapkan sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan dijual di bandara.

Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1), Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati mengatakan, diprediksi akan ada sebanyak 60 UMKM yang terlibat untuk menjual produknya di stand yang telah disediakan di bandara.

Menurutnya, setidaknya sudah ada tiga stand UMKM yang dipastikan bakal hadir di bandara internasional tersebut.

“Mereka bisa menjual produknya di tiga stan yang telah disiapkan,” jelas Mamiek, seperti yang dikutip Radar Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1).

Ketiga stand itu terdiri dari craft/kerajinan, makanan/minuman (mamin), dan terakhir yang paling istimewa adalah aneka olahan kopi.

Bukan tanpa sebab disebut istimewa, Mamiek menyebut, produksi biji kopi Kediri yang berlimpah perlu dimaksimalkan keberadaannya.

“Kediri akan memaksimalkan potensi untuk biji kopi,” tambah Mamiek, seperti yang dikutip Radar Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1).

Lebih lanjut, Mamiek mengungkapkan bahwa, disediakannya stand aneka olahan kopi ini karena di beberapa daerah yang ada di Kabupaten Kediri memiliki potensi yang cukup bagus dalam produktivitas biji kopi.

Bukan hanya satu, bahkan hampir semua jenis kopi ada di Kediri. Baik itu Robusta, Arabika, maupun Ekselsa.

Ada pula kopi luwak, kopi lanang, hingga kopi combre. Namun, yang paling mendominasi adalah kopi robusta.

Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, ada sekitar 919 hektare lahan perkebunan kopi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Mamiek menyebut khusus di lereng Gunung Wilis dan Kelud, terdapat ratusan hektar perkebunan kopi.

Diantaranya, 423 hektar untuk kopi robusta, 48 hektar kopi arabika, dan 83 hektar untuk kopi ekselsa.

Kendati demikian, perkebunan kopi di Kabupaten Kediri juga tersebar di beberapa titik lainnya, diantaranya di desa Medowo, satak, Ngancar, Ringinrejo, Kras, Ngadiluwih, Kandat, Wates, Plosoklaten, Gurah, Pare, Mojo, Semen, dan area perkotaan seperti Banyakan dan Grogol.

Dilansir dari Diskominfo Kabupaten Kediri, ekspor kopi juga menjadi salah satu komitmen Bupati Hanindhito Himawan Pramana dalam meningkatkan pangsa pasar dan nilai ekonomi komoditas unggul pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kediri. Sehingga produksi dan distribusinya terus dimaksimalkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore