Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Januari 2024 | 13.20 WIB

Jalan di Tempat, Begini Rencana PUPR terkait Pembangunan Underpass di Depan Pasar Induk Kota Batu Jawa Timur

Penyeberang di Jalan Dewi Sartika di depan Terminal Kota Batu dan Pasar Induk Among Tani harus ekstra hati-hati karena kendaraan yang lewat cenderung cepat. - Image

Penyeberang di Jalan Dewi Sartika di depan Terminal Kota Batu dan Pasar Induk Among Tani harus ekstra hati-hati karena kendaraan yang lewat cenderung cepat.

JawaPos.com – Pembangunan jalur penyeberangan dari terminal ke Pasar Induk Among Tani Kota Batu yang telah diwacanakan sejak lama, masih belum mendapatkan kepastian hingga saat ini.

Padahal, urgensi pembangunan jalur penyeberangan dari terminal pasar Induk Among Tani Kota Batu sangatlah jelas. Jalur tersebut sudah meregang nyawa salah seorang penjual daun Afifah, 76.

Dilansir Radar Malang (JawaPos Grup), Afifah meninggal dunia karena tertabrak kendaraan bermotor ketika ia sedang menyeberang dari terminal ke Pasar Induk Kota Batu pada 1 Januari lalu.

Terkait pembangunan jalur penyeberangan itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berencana membangun jalur penyeberangan itu salad bentuk underpass.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat menyebut bahwa, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan kajian-kajian teknis sembari menunggu instruksi pimpinan.

"Namun saat ini kita masih terus melakukan kajian-kajian teknis terkait pembangunan underpass. Sekaligus menunggu petunjuk dari pimpinan," ucapnya pada koran Radar Malang (JawaPos Grup), Jumat (5/1).

Sebelumnya, Alfi mengatakan pihaknya sempat mempertimbangkan dua pilihan bentuk jalur penyeberangan yang akan dibangun nanti. "Untuk membuat jalur penyeberangan ada 2 pilihan yang dapat digunakan yaitu underpass dan overpass," katanya.

Namun, akhirnya opsi underpass lah yang dirasa cocok. Menurutnya jalan yang melintang di bawah jalan lainnya salad bentuk terowongan (underpass) ini, pengerjaannya akan lebih cepat dan baik untuk jangka panjang dibandingkan overpass.

Sebab, konstruksi jalan overpass yang dibangun melayang atau melintas di atas sebuah jalan, akan sedikit menyulitkan warga karena warga harus menaiki tangga. Hal tersebut juga akan memudahkan para lansia untuk menyeberang.

"Jika memilih overpass nanti dikhawatirkan para lansia akan kesulitan menaiki tangga untuk menyeberang," pungkasnya, seperti yang dikutip Radar Malang (JawaPos Grup), pada Selasa (9/1).

Sementara itu, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu Didik Machmud mengungkapkan, terkait pembangunan sarana penyeberangan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

"Jadi tidak serta merta dibuat. Harus ada kajian mendalam, utamanya soal kepadatan arus lalu lintas dan banyaknya orang yang menyeberang," ucapnya, seperti yang dikutip Radar Malang (JawaPos Grup), pada Selasa (9/1).

Menurutnya, dari kecelakaan tanggal 1 Januari kemarin, sebenarnya perlu ditelaah beberapa hal. Misalnya, terkait penyebab kecelakaan. Apakah karena pihak yang ingin menyeberang, pengendara motor, atau kondisi jalan yang gelap.

Jika tidak ada kajian secara detail, hal tersebut hanya akan menjadi wacana saja seperti yang terjadi di SMPN 3 Kota Batu. Disana, wacana pembuatan jalur penyeberangan tidak jadi dilakukan karena tingkat kepadatan yang tidak merata. "Di depan SMPN 2 Kota Batu hanya padat di pagi hari. Sementara siang ke malam relatif aman," ujarnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore