Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Februari 2022 | 05.06 WIB

Gubernur Jogjakarta Umumkan 73 Kasus Positif Omicron

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Luqman Hakim/Antara - Image

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Luqman Hakim/Antara

JawaPos.com–Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengumumkan sebanyak 73 sampel kasus Covid-19 terkonfirmasi positif Omicron. Sampel terkonfirmasi positif Omicron itu berdasarkan hasil Whole Genome Squencing (WGS) di Laboratorium FKKMK UGM dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta.

”Ada yang positif Omicron 73 dari 83 sampel yang diperiksa,” kata Sultan seperti dilansir dari Antara di Bangsal Kepatihan, Jogjakarta, Kamis (10/2).

Sultan mengaku tidak mengetahui identitas atau alamat orang yang sampelnya terkonfirmasi positif Omicron tersebut. Meski demikian, sebagian besar sampel itu berasal dari pelaku perjalanan atau wisatawan yang melakukan pemeriksaan usap (swab) secara mandiri sebelum pulang ke daerah asal.

”Ini kan wisatawan yang ke Jogja, mereka sebelum pulang mengambil inisiatif untuk tracing di rumah sakit atau klinik di Jogja. Begitu diambil darahnya dia pulang ke daerahnya. Nah, ternyata setelah sampel itu diproses di UGM dan ​​​​​​BBTKLPP ternyata 73 sampel positif Omicron,” kata Sultan.

Dengan munculnya kasus positif Omicron di Jogjakarta, Raja Keraton Jogjakarta mengimbau warga lebih waspada dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. ”Dari sini kami meyakini bahwa Omicron itu ada di Jogja, biar pun awal ini dari wisatawan,” tutur Sultan.

Selain menerapkan aturan PPKM level 3 seperti yang telah ditetapkan pemerintah pusat, menurut Sultan, aktivitas satuan tugas penanganan Covid-19 bakal kembali diaktifkan hingga level kelurahan.

”Biarpun pengertiannya (tingkat keparahan) lebih ringan tapi kan penularannya lebih cepat jadi harapan saya masyarakat hati-hati prokes dan pakai masker jadi sesuatu yang sangat penting,” kata Ngarsa Dalem, panggilan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kepala Dinas Kesehatan Jogjakarta Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, 73 sampel positif Omicron itu bersumber dari hasil WGS terhadap 36 sampel di BBTKLPP dan 47 sampel di Lab FKKMK UGM. ”Dari 47 sampel (diperiksa di Lab UGM) 39 positif Omicron dan masih ada (varian) Delta sebanyak 8 sampel atau 17 persen,” papar Pembajun Setyaningastutie.

Sebagian sampel yang diperiksa di FKKMK UGM maupun BBTKLPP merupakan sampel orang yang melakukan swab secara mandiri di rumah sakit maupun klinik. Meski sebagian sampel disebutkan milik pelaku perjalanan, dia belum dapat memastikan apakah di antaranya ada yang ber-KTP Jogjakarta atau tidak.

Dinkes Jogjakarta, kata dia, tidak dapat mengecek identitas pemilik sampel karena sampel yang masuk di Laboratorium UGM maupun BBTKLPP tidak disertai identitas by name by address.

”Kenapa saya tidak bisa bilang KTP-nya mana, karena yang masuk di Laboratorium UGM saya tidak mendapatkan by name by address. Kalau dari BBTKLPP hanya laboratorium pengirim (sampelnya),” ujar Pembajun Setyaningastutie.

Dari sekian banyak sampel yang terkonfirmasi positif Omicron, dia menduga transmisi lokal di Jogjakarta sudah terjadi. ”Kemungkinan iya,” katanya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore