Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2024 | 03.20 WIB

Pemkab Sumedang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Kondisi salah satu rumah yang mengalami kerusakan parah pasca gempa di Kabupaten Sumedang, Senin (1/1). - Image

Kondisi salah satu rumah yang mengalami kerusakan parah pasca gempa di Kabupaten Sumedang, Senin (1/1).

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menetapkan status tanggap darurat gempa bumi bermagnitudo 4,8, pada Minggu (31/12). Gempa itu mengakibatkan sebanyak 248 rumah mengalami kerusakan.

”Termasuk hari ini (1/1), kami sudah menetapkan Kabupaten Sumedang dalam keadaan tanggap darurat bencana dan ini akan memudahkan untuk penanganan,” kata Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Herman Suryatman seperti dilansir dari Antara di Kabupaten Sumedang, Senin (1/1).

Herman menyebut, pemberlakuan status tanggap darurat bencana akibat gempa dilakukan selama tujuh hari mulai dari 1 sampai 7 Januari.

Dia menambahkan, keputusan itu akan membuat pemerintah daerah lebih memfokuskan terhadap penanganan masyarakat yang terdampak bencana tersebut. ”Ini akan lebih memudahkan penanganan termasuk anggaran pendukung untuk membantu warga masyarakat yang terkena bencana,” kata Herman Suryatman.

Menurut Herman, hingga saat ini, gempa yang terjadi pusat Kota Sumedang tersebut menyebabkan tiga orang terluka ringan. Selain itu, gempa mengakibatkan sebanyak 248 rumah warga rusak ringan hingga berat akibat gempa.

Dia mengungkapkan, bencana gempa bumi pada pukul 20.35 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, masyarakat tetap waspada guna mengurangi risiko kebencanaan.

”Kepada warga masyarakat, Kabupaten Sumedang saat ini dalam keadaan aman dan terkendali, tetapi mohon untuk waspada. Karena dalam waktu yang bersamaan kita pun dihadapkan dengan potensi bencana banjir dan longsor,” papar Herman Suryatman.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, akan memberikan bantuan sebesar Rp 350 juta untuk dukungan operasional. Dana tersebut bisa dipakai selama sepekan ke depan untuk kebutuhan makan, pendirian tempat mandi cuci kakus (MCK), dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

”Termasuk juga untuk operasional pasukan TNI-Polri, relawan, BPBD dan sebagainya. Kemudian juga perlengkapan tenda, ada makanan siap saji ada sembako dan barang-barang kebutuhan lainnya,” terang Suharyanto.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengungkapkan, akibat gempa di Kabupaten Sumedang di pengujung 2023 dan awal 2024, sebanyak 248 rumah rusak dan 456 warga harus mengungsi.

Usai meninjau dampak gempa di RSUD Sumedang, Bey merinci, berdasar data yang diterimanya, ada 138 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak berat, 456 warga mengungsi, kemudian 11 orang mengalami luka ringan, dengan dua orang di antaranya dirawat di RSUD Sumedang dan RS Santosa Bandung.

”Menurut laporan ada 138 rumah rusak ringan, 110 rusak berat, dan 456 pengungsi. Korban jiwa tidak ada, hanya luka ringan 11 orang dan dua orang di antaranya dirawat di RSUD Sumedang dan Santosa Bandung, sisanya sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Bey.

Di RSUD Sumedang, akibat gempa berkekuatan 4,8 magnitudo tersebut, sebanyak 108 pasien harus dievakuasi dan dirawat di halaman depan RSUD Sumedang dan 45 pasien di halaman belakang.

Bey menegaskan, mereka tetap ditangani secara intensif, karena keselamatan dan ketenangan pasien menjadi prioritas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore