
Warga terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Desa Tiron, Banyakan menyelesaikan pengosongan bangunan.
JawaPos.com - Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung terus dipercepat. Puluhan hingga ratusan kepala keluarga (KK) warga di Kelurahan Semampir dan Desa Tiron yang terkena dampak pembangunan tol tersebut diminta untuk segera mengosongkan rumah dan bangunan milik mereka.
Dilansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), warga yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung harus meninggalkan rumah dan pekarangan paling lambat pada Sabtu (23/12). Pembersihan area terdampak dilakukan karena pembangunan proyek strategis nasional akan dimulai pada awal Januari mendatang.
Data yang dihimpun menyebutkan bahwa di Kelurahan Semampir, Kota Kediri, terdapat total 66 bidang tanah yang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 pemilik tanah yang sudah menerima ganti rugi diinstruksikan untuk mengosongkan tanah dan bangunan mereka.
Hal yang sama juga dialami oleh 180 KK warga di Desa Tiron, Banyakan. Mereka juga harus mengosongkan bangunan paling lambat pada Sabtu lusa. Ratusan rumah, mulai dari Masjid Darussalam hingga ke selatan sejauh sekitar 500 meter, harus segera steril.
Berdasar pantauan, warga masih melanjutkan proses pengosongan. Ada yang mengambil kusen rumah dengan menggempur tembok. Ada pula yang mengeluarkan peralatan rumah tangga untuk dibawa ke rumah yang baru. "Batas waktu untuk pengosongan itu adalah 23 Desember," ujar Suhadi, 54, warga setempat.
Pria itu mengaku sudah mendapat tempat tinggal baru. Lokasinya berjarak sekitar 30 meter di timur rumah lamanya yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung. Suhadi mendapat ganti rugi sebesar Rp 800 juta setelah melepas rumah seluas 104 meter persegi miliknya. Begitu uang cair, dia langsung mencari rumah pengganti.
Karenanya, saat ada instruksi pengosongan bangunan, dia sudah siap. "Dari dulu sudah siap-siap pindah. Sudah ada rumah pengganti," terangnya.
Hal yang sama juga dialami oleh Dartik, 66, warga setempat. Dia mengaku sudah mengosongkan bangunan sejak minggu lalu. Dia masih menurunkan genting yang rencananya dipasang di rumah baru. "Sudah tinggal sedikit lagi. Sebentar lagi kosong (bangunannya)," papar Dartik.
Seperti halnya Suhadi, Dartik juga sudah membeli tanah tepat di belakang rumah lamanya. "Rata-rata warga sini tidak mau pergi jauh. Banyak yang masih di Bolawen," tandasnya.
Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Kesra) Pemkab Kediri, Sukadi, membenarkan tentang pengosongan rumah yang harus dilakukan oleh warga terdampak tol di Desa Tiron. Menurutnya, pengosongan harus dilakukan karena pembangunan tol akan dimulai awal Januari nanti. "Terutama untuk pembangunan jembatan dari selatan SPBU Semampir ke barat dan taper dari Tiron," tutur Sukadi.
Lebih jauh, Sukadi menjelaskan bahwa pembangunan Tol Kediri-Tulungagung akan didahulukan untuk ruas yang menjadi akses Bandara Internasional Dhoho.
Karenanya, selain memulai dari interchange di utara perempatan Bolawen tersebut, pemrakarsa juga mengebut realisasi dari arah Kota Kediri. Yakni, membangun jembatan yang melintas di Sungai Brantas sebelum meneruskan ke barat menuju bandara. Pembangunan yang dimulai pada Januari nanti, menurut Sukadi, akan terus dipercepat hingga bisa selesai pada Oktober. "Bahkan bisa lebih cepat lagi kalau memang diminta," tegasnya.
Untuk diketahui, pembebasan tanah Tol Kediri-Tulungagung untuk akses menuju Bandara Internasional Dhoho memang dilakukan percepatan. Khusus untuk Kabupaten Kediri menurut Sukadi, total ada 484 bidang tanah terdampak. Sebanyak 98 persen di antaranya sudah selesai.
"Kalau pembebasan lahan sudah di atas 80 persen, sudah bisa dilakukan pembangunan," jelasnya sembari menyebut Tol Kediri-Tulungagung bisa dioperasikan pada November tahun depan.
Sementara itu, sebanyak 15 warga terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Kelurahan Gayam, Mojoroto, akan menerima pencairan ganti rugi hari ini di Kantor Kelurahan Gayam, Mojoroto. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri, Jany Danny Assa, melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN, Tutur Pamuji, menyebut bahwa total ada 121 bidang yang terdampak tol di sana. Dari jumlah tersebut, baru 53 bidang yang telah ditaksir harganya atau di-appraisal.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
