
Penampakan ruas jalan Jalur Lintas Selatan Tulungagung dipenuhi bangunan semi permanen salah satunya warung makan. (YOGA DANY DAMARA/RADAR TULUNGAGUNG)
JawaPos.com – Rampungnya proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), yang dikagum-kagumkan karena menyuguhkan pemandangan hamparan pantai di sepanjang jalannya, ternyata jauh diluar ekspektasi.
Selain kendaraan-kendaraan yang berhenti atau parkir di badan jalan yang tak mengindahkan pemandangan, para pedagang juga turut berlomba-lomba membangun warung mereka begitu saja di tepian JLS.
Pemandangan indah yang dimiliki oleh sepanjang jalan JLS menjadi terdistraksi dengan keberadaan warung-warung tersebut, terutamanya di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Tulungagung.
Dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Wakil Administratur Kediri Selatan Perhutani Wilayah Kediri, Munawar Sukowati, mengatakan bahwa warung-warung yang berjejer di sepanjang JLS itu ternyata masih belum mengantongi izin resmi dari pihak Pemkab terkait, alias dibangun secara liar.
“Sudah dimonev juga dari keberadaan warung-warung itu. Jadi keberadaan warung itukan belum ada izinnya. Jadi liar, mereka membangung warung-warung itu sendiri,” jelas Munawar, pada Jumat (15/12), seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).
Menindaklanjuti permasalahan tersebut, mau tak mau warung-warung yang berdiri di badan jalan JLS itu terpaksa harus ditertibkan oleh pihak Pemkab maupun Perhutani setempat.
Penertiban dalam kasus ini mengarah pada pengurusan legalitas berdirinya warung-warung itu oleh pemilik warung. Penertiban ini akan dilakukan oleh Pemkab atau Perhutani sesuai dengan tempat berdirinya warung tersebut.
Warung-warung yang berada di wilayah pengelolaan Pemkab, maka akan ditertibkan oleh Pemkab. Begitu sebaliknya, jika warung-warung tersebut berada di wilayah pengelolaan Perhutani, maka akan ditertibkan oleh Perhutani.
Sampai saat ini, proses penertiban warung telah memasuki tahap rekonstruksi batas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan warung tersebut berdiri di wilayah pengelolaan siapa.
Baca Juga: Intip Progres Pembangunan JLS Tulungagung LOT 6A-6B dan Lot 1A-1B, Target Terhubung Tahun 2025
“Ya untuk memastikan itu, pemerintah akan melakukan pematokan ulang,” ungkap Munawir, seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).
Selain itu, Perhutani maupun Pemkab setempat juga telah melakukan upaya sosialisasi kepada pemilik warung-warung tersebut. Dan diketahui para pemilik warung pun telah memberikan pernyataan bahwa bersedia untuk ditertibkan.
“Mereka sudah tanda tangan semua dari pernyataan itu dan sudah disosialisasi juga. Mereka juga siap mengurus izin sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ini masih proses, mana batasnya dan kewenangan siapa,” lanjut Munawir.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
