Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Desember 2021 | 03.35 WIB

Pemkot Jogjakarta Perketat Aturan Perjalanan Libur Nataru

Ilustrasi tugu Jogjakarta, ikon Kota Jogjakarta. Eka A.R./Antara - Image

Ilustrasi tugu Jogjakarta, ikon Kota Jogjakarta. Eka A.R./Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kota Jogjakarta berencana memperketat aturan perjalanan dan penerapan protokol kesehatan saat libur Natal dan tahun baru (nataru). Kebijakan itu untuk mengantisipasi potensi meningkatnya kasus Covid-19.

”Secara detail, belum ada informasi dari pusat mengenai aturan baru yang akan ditetapkan saat libur Natal dan tahun baru. Tetapi, bagi pemerintah daerah yang perlu dilakukan adalah memastikan tidak terjadi kerumunan dalam jumlah besar,” kata Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Selasa (7/12).

Menurut dia, upaya untuk mengantisipasi munculnya potensi kerumunan dapat dilakukan dengan memperketat aturan perjalanan dan penerapan protokol kesehatan. Selain itu, kewajiban sudah menjalani dua kali vaksinasi bagi pelaku perjalanan.

Kerja sama dengan usaha jasa pariwisata seperti hotel, lanjut Heroe, juga akan dikuatkan. Sebab, dimungkinkan wisatawan yang datang saat libur Natal dan tahun baru didominasi rombongan keluarga dengan kendaraan pribadi.

”Wisatawan pasti akan langsung datang ke hotel sehingga pemenuhan syarat perjalanan menjadi sangat penting untuk dicek kembali saat mereka sudah sampai di Jogjakarta,” ujar Heroe.

Sedangkan untuk wisatawan yang datang berombongan menggunakan bus pariwisata, Heroe menyebut, akan tetap menerapkan kebijakan one gate system. Yakni melakukan skrining di Terminal Giwangan untuk memastikan seluruh wisatawan sudah divaksinasi.

”Selama tiga bulan terakhir, bisa dibilang kasus di Kota Jogjakarta sangat terkendali. Pasien yang terkonfirmasi positif pun banyak yang tidak menunjukkan gejala sakit,” tutur Heroe.

Selain itu, pemeriksaan yang dilakukan kepada kontak erat pasien juga menunjukkan hasil tidak ada penularan yang meluas.

”Hal ini dimungkinkan karena seluruh warga di Jogjakarta sudah divaksinasi sehingga sudah tercipta herd immunity. Jadi, saat libur Natal dan tahun baru nanti yang penting adalah memastikan wisatawan yang datang dalam kondisi sehat,” papar Heroe.

Penghapusan rencana penerapan PPKM level 3 secara nasional saat libur Natal dan tahun baru, lanjut Heroe, akan disambut baik masyarakat dan pelaku ekonomi. ”Meskipun mobilitas dimungkinkan tetap naik tetapi tidak akan terlalu tinggi. Sebab, sekolah juga tidak libur. Namun demikian, pembatasan-pembatasan tetap harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” terang Heroe.

Saat malam perayaan tahun baru, Heroe memastikan, tidak akan memberikan izin keramaian yang bisa mengundang massa. ”Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI serta pihak berwenang lain untuk memecah konsentrasi keramaian. Kami siapkan strateginya supaya tidak ada kerumunan,” ucap Heroe.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore