
Keluarga korban saat melaporkan dugaan kasus pidana pembunuhan ke Mapolda Sumsel
JawaPos.com - Oknum polisi di Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, diduga melakukan aksi sewenang-wenang dengan menembak korbannya tanpa ditemukan bukti akurat. Korban bernama Apriansyah, 39, warga Desa Karsa Jaya, Kecamatan Belitang Jaya, OKU Timur.
Kasus ini dipaloporkan istri korban, Esti Novitasari, 31, dengan mendatangi Bid Propam Polda Sumsel untuk melaporkan salah satu polisi Rabu (17/10).
Dikatakan Esti, pertama kali mendapat informasi suaminya ditembak mati dari kakaknya. Kabar tersebut bukan dari polisi. Kemudian, ia pun langsung ke kamar jenazah dan membawa jenazah untuk pulang.
Saat akan dimandikan muncul kecurigaan melihat bekas lubang diduga akibat tembakan di tubuh korban yang mencapai sembilan lubang yakni dua lubang di dada kiri dan kanan, satu lubang di ulu hati, dua lubang di perut kiri dan kanan, dua lubang di paha kiri dan kanan, pergelangan tangan kiri, serta satu lubang di punggung.
"Kami curiga dengan penembakan ini dan kami mendatangi Polres OKU Timur untuk mencari tahu penyebabnya," katanya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (17/10).
Sesampainya di Polres OKU Timur, polisi menjelaskan bahwa suaminya tersebut bandar narkoba dan akan melarikan diri saat akan ditangkap dalam razia di Jalan Belitang-Martapura, OKU Timur. "Tapi ada kejanggalan kenapa polisi tidak memberitahunya. Bahkan, kami harus membawanya dari kamar mayat ke rumah," terangnya.
Sementara itu, kakak korban, Robinson, 47, mengatakan hal senada. Ia mengaku meragukan kronologi kejadian penembakan tersebut. Bahkan, ia menduga penembakan ini adanya unsur kesengajaan.
"Seharusnya kalau memang lari itu ditembak di kaki. Tapi, ini sembilan lubang di tubuh sedangkan di kaki tidak ada. Ini ditembak dari jarak dekat dan posisi terlentang," katanya.
Ia mengaku adiknya ini dituduh sebagai bandar narkoba. Padahal, korban cuma penjaga malam di pasar dan hotel. Bahkan, dirinya mengaku jika adiknya tidak pernah ada kasus tapi dibilang bandar narkoba.
"Karena itu, kami mendatangi bid propam Polda Sumsel untuk melaporkan polisi yang ikut dalam penembakan tersebut," tutupnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya mengatakan kejadian yang terkait kejahatan seperti curas, penyalahgunaan narkotika dan senjata api rakitan akan diproses oleh Polres Oku Timur agar dapat mengurangi atau menurunkan angka kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Karena itu, pihaknya rutin melaksanakan razia seperti Selasa kemarin (16/10). Pada saat razia, pihaknya menemukan seseorang yang mengendarai mobil terlihat mencurigakan.
Petugas pun langsung menghentikan mobil tersebut tersebut dan ternyata ditemukan sabu di dalam mobil yang dikendarai Apriansyah.
Sesaat menemukan barang tersebut, Apriansyah pun berusaha melarikan diri dengan senpira berada dipinggangnya. Kemudian, petugas pun mencoba untuk menghentikan dengan memberikan tembakan peringatan. Namun, malah membalas tembakan tersebut.
"Pada saat razia tersebut petugas cukup banyak dan berhasil menghentikan pelaku Apriansyah," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
