Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 September 2021 | 04.16 WIB

Masyarakat Lereng Merapi Boyolali Gelar Merti Desa Lestarikan Budaya

Sejumlah warga yang membawa gunungan hasil bumi dalam acara upacara ritual merti desa dan kirab budaya di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Rabu (29/9). Bambang Dwi Marwoto/Antara - Image

Sejumlah warga yang membawa gunungan hasil bumi dalam acara upacara ritual merti desa dan kirab budaya di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Rabu (29/9). Bambang Dwi Marwoto/Antara

JawaPos.com–Puluhan warga di Lereng Gunung Merapi di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kebupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar merti desa atau bersih desa dan kirab budaya, Rabu (29/9). Kegiatan itu untuk melestarikan adat istiadat budaya daerah setempat.

Pada acara merti desa dan kirab budaya dengan mengarak gunungan yang berisi hasil bumi masyarakat ke Balai Desa Sumur yang diikuti peserta jumlahnya terbatas dan dilakukan secara virtual. Sebab, kondisi pandemi Covid-19 dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat.

Menurut Kepala Desa Sumur Siti Prihatin, kegiatan merti desa tersebut dilakukan setiap tahun usai masa panen raya masyarakat di Lereng Merapi khususnya Desa Sumur. Hal itu, sebagai bentuk melestarikan budaya Jawa sekaligus selamatan agar semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dari pandemi Covid-19.

Siti mengatakan, pada masa pandemi saat ini, warga Desa Sumur ada beberapa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, tidak sampai ada kematian. Semua warga sangat bersyukur tetap sehat dan dalam lindungan Tuhan YME.

Pada acara merti desa tersebut mengirab gunungan yang terbuat dari hasil bumi warga setempat, seperti terong, wortel, singkong, ketela, jeruk, alpokat, dan jagung serta padi. ”Kami juga menampilkan seni budaya antara lain Warogkan dan tari topeng ireng merupakan kesenian khas lereng Gunung Merapi. Penyelenggaraan tahun ini, masih masa pandemi sehingga digelar dengan cara sederhana. Warga Desa Sumur sebanyak 2.650 jiwa yang sudah divaksin Covid-19 sekitar 80 persen,” tutur Siti Prihatin.

Pihaknya berharap setelah acara merti desa semoga pandemi segera berakhir, kegiatan masyarakat kembali normal dan anak-anak sekolah kembali belajar di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Darmanto mengatakan, masyarakat Desa Sumur yang melaksanakan adat syukuran merti desa secara sederhana sebagai salah satu bentuk kebanggaan menjadi warga Indonesia. ”Kami berharap dengan merti desa melestarikan adat istiadat leluhur jangan sampai tergerus budaya asing yang terus mendorong kita. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia,” kata Darmanto.

Disdikbud Kabupaten Boyolali dengan kegiatan merti desa salah satunya pelestarian warisan budaya baik berupa benda seperi candi dan bangunan kuno dan tak benda contohnya adat istiadat serta seni budaya. Warisan leluhur merti desa dan kirab budaya yang kami lestarikan hingga sekarang di Boyolali.

Merti desa di Desa Sumur dilaksanakan secara virtual sehingga yang hadir terbatas. Namun, sebelum pandemi acara bersih desa dan kirab budaya bisa dihadiri ribuan warga dan jalan desa sampai macet,” ujar Darmanto.

Pada masa pandemi dilaksanakan secara virtual dan sederhana dengan harapan masyarakat tetap harus disiplin protokol kesehatan. Tujuan merti desa dan kirab budaya untuk melestarikan adat istiadat budaya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore