
Area Bandara Dhoho Kediri. / Sumber: Radar Kediri
JawaPos.com - Hadirnya Bandara Internasional Dhoho Kediri akan segera beroperasi, membuka banyak peluang di berbagai bidang di Kabupaten Kediri. Dari banyaknya peluang, salah satu yang menjadi sorotan adalah sektor agrobisnis.
Hal ini juga disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Bandara Internasional Dhoho Kediri. Khofifah menyebut jika sektor agrobisnis di lereng Gunung Wilis sangat potensial. Beberapa produk buah dan sayur sangat melimpah. Mulai dari kopi, kakao, alpukat tanpa biji, hingga mangga podang.
Menurut Khofifah, beberapa produk tersebut memiliki nilai jual tinggi. Jika dikirim ke luar daerah, dia percaya harganya akan meningkat beberapa kali lipat.
“Hadirnya bandara memberi ruang yang cukup luas untuk mengembangkan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah, red),” ujar Khofifah saat kunjungan ke bandara Jumat lalu (1/12).
Namun, sumber daya manusia (SDM) juga sangat dibutuhkan untuk menunjang bisnisberkembang. Oleh sebab itu, Khofifah meminta kepada pemkab untuk meningkatkan kualitas SDM warga setempat.
Khofifah pun menjelaskan untuk meningkatan kualitas SDM dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan rutin melakukan pelatihan. “Ayo pemkab harus mengembangkan warganya agar dapat berkembang dengan adanya bandara,” pinta Khofifah.
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jika bandara adalah peluang emas yang bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tidak hanya sektor agrobisnis. Emil juga percaya pengembangan sektor pariwisata dapat terkatrol dengan adanya bandara.
Oleh karena itu, Emil meminta kepada kepala daerah sekitar untuk terus mengembangkan sektor pariwisata unggulan. “Bandara hanya awal, selanjutnya tergantung daerah masing-masing,” tandas Emil seperti dikutip Radar Kediri (Jawa Pos Grup), Kamis (7/12).
Emil pun mengatakan jika pengembangan wisata bukan hanya pekerjaan rumah (PR) milik Pemkab Kediri. Namun juga daerah sekitar. Mulai dari Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Blitar, dan lainnya.
Karena Emil percaya, pembangunan yang dilakukan secara merata akan lebih berdampak. Dampak tersebut yang diharapkan dapat memberi efek positif bagi warga setempat. “Di 13 kota dan kabupaten sekitar bandara itu ada 10 juta penduduk. Itu dapat dimanfaatkan dengan adanya bandara,” tegasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
