Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 18.00 WIB

Kabar Pendaki Gunung Marapi Meninggal Dunia Belum Dapat Dipastikan

Erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (3/12), pukul 14.55 WIB. - Image

Erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (3/12), pukul 14.55 WIB.

JawaPos.com – Sebanyak 47 pendaki dilaporkan terdampak erupsi Gunung Marapi yang terletak di Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (3/12). Dari data yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 19 pendaki sudah berhasil turun dan diselamatkan oleh tim gabungan dan 28 pendaki yang belum berhasil turun.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Wasito, mengatakan, informasi terkait seorang pendaki meninggal dunia belum dapat diverifikasi. “Masih simpang siur. Belum dapat dipastikan,” ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak cepat mengambil kesimpulan yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Tim pencarian dan pertolongan gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan pertolongan kepada para pendaki yang belum berhasil turun.

Erupsi Gunung Marapi juga menimbulkan hujan abu di empat kecamatan, yaitu Canduang, Sungai Pua, Ampek-Ampek, dan Malalak.

Selain itu, erupsi yang terjadi ini juga menimbulkan hujan batu disertai batu di Kecamatan Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Lubuk Basung, IV Koto, Matur, Tanjung Mutiara, Palembayan, dan Kamang Magek.

BPBD Kabupaten Agam dan Tanah Datar terus mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki merespons terjadinya hujan abu vulkanik erupsi Gunung Marapi untuk terus menggunakan masker.

Wisatawan dan pendaki juga dilarang melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah utama Gunung Marapi.

Berdasarkan data yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia (MAGMA Indonesia), telah tercatat 36 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 2.3-30 mm dengan durasi gempa 18-181 detik, pada Minggu (3/12) pukul 0.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Selain itu, Gunung Marapi juga tercatat mengalami 16 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-9.9 mm dengan durasi gempa 23-85 detik

Letusan terakhir tercatat terjadi pada Senin (4/12) pukul 8.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati setinggi sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya Erupsi ini terekam memiliki amplitudo 30 mm dengan durasi 68 detik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore