Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 September 2021 | 19.24 WIB

Ridwan Kamil Paparkan Probelamatika Vaksinasi Covid-19 di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Humas Pemprov Jabar/Antara - Image

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Humas Pemprov Jabar/Antara

JawaPos.com–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan sejumlah problematika vaksinasi Covid-19 yang menemukan banyak tantangan.

”Kita sudah dikasih 18,6 juta dosis (vaksin Covid-19). Sudah disuntikan 14,4 juta atau 77,4 persen.  Dosis pertama 25 persen atau 9,4 juta penduduk. Dosis kedua ada 5 juta,” kata Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara di Bandung.

Dengan dukungan gambar mind mapping yang dia tampilkan pada sebuah papan tulis, Ridwan Kamil mengatakan, untuk menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity, 75 persen dari total 50 juta penduduk Jabar harus divaksin. Artinya ada 35 juta jiwa warga Jabar yang menjadi target vaksin dan untuk merealisasikan target itu.

”Jabar hanya punya waktu empat bulan. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, vaksinasi Covid-19 harus selesai akhir 2021,” tutur Ridwan Kamil.

Dia mengatakan, dalam urusan kecepatan vaksinasi Covid-19 dalam dua bulan lalu Jabar baru bisa menyuntikan 50 ribu dosis vaksin per hari dan meningkat menjadi 235 ribu dosis per hari pada akhir Agustus. Bahkan dalam acara Gebyar Vaksinasi Jabar pada 28 Agustus, Jabar bisa menyerap 420 ribu dosis vaksin per hari.

”Alhamdulillah dua bulan lalu kita masih 50 ribu dosis per hari. Akhir Agustus, rata-rata 235 ribu per hari. Dan kita testing 28 Agustus bisa 420 ribu,” terang Ridwan Kamil.

Akan tetapi, banyak kendala yang dihadapi daerah di Jabar. Yakni distribusi vaksin yang belum proporsional untuk mendorong target vaksinasi tuntas akhir tahun. Ridwan Kamil mengatakan, sesuai perhitungan Jabar perlu 15 juta dosis per bulan agar 37 juta warga Jabar bisa divaksin hingga akhir tahun.

”Masalah utamanya, suplai vaksin ke kami tidak proporsional. Ada provinsi yang penduduknya sedikit tapi vaksinnya banyak. Ada provinsi besar seperti Jabar vaksinnya sedikit yang ngasihnya. Maka kalau dipersentasekan masih jauh, padahal jumlah vaksinnya saja sedikit,” papar Ridwan Kamil.

”Sehingga kalau Desember mau beres tolong suplai ke Jabar tidak kurang 15 juta dosis per bulan,” tambah dia.

Permasalahan lain, lanjut Ridwan Kamil, teritorial wilayah Jabar menentukan kecepatan vaksinasi. Hal itu sebanding dengan dukungan infrastruktur khususnya pelayanan kesehatan. Saat ini, Jabar hanya memiliki sekitar 1.000 puskesmas di 27 kota kabupaten.

”Teritorial di Jabar itu beragam. Jadi tak bisa dibandingkan dengan yang homogen. Jabar itu ada kota dan kabupaten pedalaman pelosok yang jangkauannya susah secara mobilitas. Infrastruktur juga terbatas dan tidak merata. Jumlah puskesmas kita hanya 1.000-an padahal standar WHO 5.000-an,” terang Ridwan Kamil.

Masalah lain, Jabar sebagai daerah otonom tak punya kuasa besar dalam menentukan kuota vaksin per daerah. Hal itu menciptakan kendala dalam penyerapan vaksin di daerah.

”Pada saat suplai vaksin tak menentu, urutannya itu pemerintah pusat memberikan kuota kepada kota/kabupaten angkanya sudah dikunci. Kemudian provinsi ditugaskan mengirimkan. Jadi tugas provinsi ini dalam pandangan saya kurang maksimal karena yang ngatur kuota kota/kabupaten itu dari pusat,” ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menambahkan, proses vaksinasi Covid-19 di Jabar tidak akan selesai akhir tahun jika suplai vaksin yang diterima tidak proporsional dengan jumlah penduduk. ”Kalau kata presiden, Jabar harus beres Desember itu membutuhkan kurang lebih 15 juta dosis per bulan. Jadi jangan bicara kurang atau apa kalau suplainya saja tak sebanyak ini. Jadi problemnya itu bukan di daerah tapi suplainya belum masuk. Kalau berhasil menjamin 15 juta dosis per bulan untuk Jabar maka targetnya 500 ribu orang disuntik per hari,” kata Ridwan Kamil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore