Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 November 2023 | 19.15 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Jawa Timur Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram, Kabupaten Ini Paling Mahal

ILUSTRASI: Petugas menata cabai di salah satu ritel modern, di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (8/9/2023). - Image

ILUSTRASI: Petugas menata cabai di salah satu ritel modern, di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (8/9/2023).

JawaPos.com – Harga cabai rawit merah sudah satu bulan terakhir terus mengalami kenaikan harga. Bahkan di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Kabupaten Lamongan, Malang, Pasuruan, dan Magetan, harga komoditas ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Mengutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Sistem Informasi Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, mencatat harga rata-rata Jawa Timur komoditas cabai rawit merah, pada Minggu (26/11), adalah Rp 83.470 per kg.

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Magetan Rp 98.666 per kg. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Probolinggo Rp 53.333 per kg. Sedangkan, pada sejumlah pasar besar di Surabaya, harga komoditas ini mencapai Rp 75 ribu–Rp 80 ribu per kg.

Di Pasar Wonokromo harga cabai rawit sudah mencapai Rp 75 ribu per kg, Pasar Soponyono Rp 78 ribu per kg.  Kemudian Pasar Genteng, Pasar Keputran, Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucanganom harga komoditas ini Rp 80 ribu per kg.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim, Nanang Triatmoko kepada Radar Surabaya mengatakan, tingginya harga cabai rawit merah merupakan hal yang wajar.

Pasalnya selain stoknya yang menipis, juga belum memasuki masa tanam. "Beberapa daerah sentra cabai hingga saat ini masih kesulitan air. Meskipun sudah hujan, tapi kan masih belum tiap hari, jadi belum masuk masa tanam," katanya, Minggu (26/11).

Menurutnya musim kemarau yang panjang, banyak petani yang mengalami gagal panen. "Banyak tanaman cabai petani yang mengalami kekeringan karena sulitnya mendapatkan air," terangnya.

Diungkapkannya, harga cabai rawit merah di Jatim dari tingkat petani Rp 82 ribu hingga Rp 85 ribu per kg. Sedangkan harga cabai besar Rp 55 ribu per kg.

"Untuk cabai besar masih ada potensi penurunan harga, karena sejumlah daerah di Jatim sudah mulai masa tanam. Sedangkan cabai rawit justru terus naik, bahkan hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dydik Rudy Prasetya mengakui, tren produksi cabai di Jatim ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sehingga turut menjadi penyebab kenaikan harga.

“Memang untuk saat ini panenan cabai di daerah dataran rendah sudah selesai, tetapi untuk di daerah dataran tinggi kini sudah mulai masuk masa tanam. Kami perkirakan, tetap ada surplus total di sepanjang 2023 untuk cabai rawit mencapai 500.015 ton, dan untuk cabai merah besar 12.161 ton,” ucap Dydik

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore