Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 19.32 WIB

Ironis! Baterai Dicuri Sebabkan Alarm Peringatan Dini di Perlintasan Kereta Lumajang Tak Berfungsi

Perlintasan kereta api Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Lumajang, ini sudah terpasang EWS. Namun, saat kecelakaan terjadi alarm itu tidak berfungsi/ Sumber: Radar Jember - Image

Perlintasan kereta api Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Lumajang, ini sudah terpasang EWS. Namun, saat kecelakaan terjadi alarm itu tidak berfungsi/ Sumber: Radar Jember

JawaPos.com - Kereta Api Probowangi rute Banyuwangi-Surabaya baru saja mengalami kecelakaan di ruas jalur Randuagung-Klakah, Jalur Perlintasan (JPL) 63 KM 139, Dusun Prayuana, Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (19/11) malam.

Pada peristiwa kecelakan, kereta menabrak mobil Isuzu Elf N 7646 T yang disopiri Bayu Krinanto (58) warga Kembang Kuning Kulon, Sawahan, Surabaya, di perlintasan tanpa palang pintu desa setempat.

Dikutip dari Radar Jember, kronologinya adalah mobil Isuzu melaju dari arah selatan.

Kemudian, posisi mobil sudah separuh lebih melintas di atas rel. Sehingga bagian samping kanan belakang yang tertabrak.

Namun sayangnya, kendaraan nahas itu harus melintas di lintasan rel yang menanjak.

Di lintasan kereta api tanpa palang pintu itu sudah terpasang early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini.

Namun, EWS yang berbunyi nyaring alarm peringatan itu tidak berfungsi.

Tidak berbunyinya alarm peringatan perlintasan karena setiap diperbaiki, tidak lama setelahnya alarm tidak berfungsi lagi.

“Sebab, baterai di EWS itu dicuri,” kata Sohip (55) warga Dusun Krajan, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Lumajang, kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin (20/11).

Alarm di pintu lintasan itu sering diperbaiki, tetapi akinya hilang.

Akibatnya, ketika ada kereta api akan lewat, alarm peringatan dini tidak berfungsi.

“Seharusnya fasilitas di lintasan KA itu tidak dirusak atau dicuri, karena ini menyangkut keselamatan pengendara yang melintas di lintasan tersebut,” ujarnya.

Menurut Dewi, Ketua RT 01 RW 09 Dusun Prayuana, sebagian besar korban yang mengalami kecelakaan laka kereta api di lokasi itu merupakan orang luar desa.

Sebab, warga sekitar sudah sangat hafal dan mengetahui jam operasional kereta api, sehingga bisa mengantisipasi ketika melintas.

“Biasanya ada bunyi bel keras dari kereta api. Meskipun sebetulnya kadang jarang mereka bunyikan klakson, tetapi warga sudah hafal," jelasnya

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore