
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat melakukan sidak ASN di Pemprov Sumbar pada hari kedua kerja setelah libur lebaran. (Ist/Padek)
JawaPos.com - Pascalibur lebaran, Gubernur Mahyeldi Ansharullah masih menemukan aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Sumbar yang bermalas-malasan masuk kantor.
Kembali masuk kantor setelah libur Lebaran Idul Fitri, ASN di Sumbar didapatkan masih saja sering ke warung, bukan bekerja di kantor. Selain itu ada pula ASN yang melapor kehadiran online menggunakan ponsel milik anaknya.
Kejadian itu berlangsung pada Selasa (18/5). Oknum tersebut adalah pegawai yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumbar.
Tingkah seperti itu membuat Mahyeldi Ansharullah kesal dan menegur beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD). “Kami tidak bisa terima alasannya. Itu merupakan pemahaman tidak benar dalam tugas dan pengawasan. Absen online ini perlu pengawasan oleh kepala OPD," ujar Mahyeldi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) jajarannya sebagaimana dilaporkan Padek, Rabu (19/5).
Mantan Wali Kota Padang itu menegaskan, jika terjadi gangguan dalam laporan kehadiran ASN secara online, maka dapat dilakukan secara manual di kantor.
Mahyeldi menyebut, laporan kehadiran secara online harus dilakukan di kantor, bukan di rumah. Radius laporan kehadiran itu lima meter dari kantor.
Gubernur yang kerap disapa Buya itu mengatakan, ada banyak bentuk tingkah malas dari ASN di Pemprov Sumbar pascalibur lebaran. Selain laporan kehadiran dengan ponsel anak dari rumah, ada pula yang malah nongkrong di warung. Bukan bekerja di kantor. Ada pula yang tidak mengenakan atribut secara lengkap.
Atas pelanggaran itu, Mahyeldi ASN yang melanggar diberi sanksi tegas.
“Baik kesalahan mengenai absensi maupun penggunaan atribut supaya dievaluasi apa yang terjadi pada hari ini untuk kebaikan tingkat kepatuhan ASN,” tuturnya.
Selama melakukan sidak pada Selasa (18/5), Mahyeldi menemukan 56 ASN di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tidak hadir alias mangkir.
ASN yang nongkrong di warung selama jam kerja juga terjadi di Kabupaten Tanah Datar. Malahan, ASN yang sedang ngopi-ngopi itu tertangkap basah oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra. Tak ayal teguran keras diterimanya.
Baca juga: Kota Padang Ulang Tahun, Wali Kota Viral Dimaki Warga
“Kita tidak menginginkan ada ASN yang berada di warung saat jam kerja. Kita semua berbuat demi masyarakat, oleh karena itu jangan sia-sia kan kepercayaan masyarakat,” sebut Bupati.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
