
Penataan Sungai Ciliwung
JawaPos.com - Pernyataan Ibu Kota DKI Jakarta yang akan tenggelam pada 2025 mengungkap sebuah sejarah. Ternyata, Jakarta pernah mengalami genangan air yang cukup tinggi pada tahun-tahun yang lampau.
Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menyatakan, saat ini faktanya Jakarta telah mengalami penurunan muka tanah sekitar 8-24 sentimeter, terutama di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara ke laut. Hal ini karena adanya penyedotan air tanah yang terus menerus dilakukan.
"Ini semakin tinggi akibat penyedotan air tanah yang tidak terkendali, membuat rongga-rongga air kosong dan memampat akibat tekanan pembangunan gedung dan lalu lalang kendaraan berat," jelasnya kepada JawaPos.com, Sabtu (24/11).
Sesuai data, Nirwono mengemukakan rongga yang kosong sudah mulai teriisi oleh air laut yaitu lewat intrusi air laut sampai 14 km dari pantai menjorok ke daratan sekitar Bundaran HI sekarang.
Sementara, akibat pemanasan global, lanjut Nirwono, serta pelelehan es kutub permukaan air laut naik sekitar 4-8 cm pertahun di Pantura Jakarta. Sehingga diperlukan tanggul raksasa untuk menahan air membanjiri atau menenggelamkan kawasan pantura yang saat ini sering mengalami rob saat bulan purnama.
"Sebenarnya saat banjir besar melanda Jakarta 1996 dan 2002, sepertiga wilayah DKI Jakarta saat itu bisa dikatakan ‘tenggelam’ dan mengakibatkan kota sempat lumpuh total selama 3 hari," ungkap Nirwono.
Nirwono bahkan menyebutkan ada temuan dari para peneliti di ITB yang tengah membuat simulasi hidrologi. Hasil dari simulasi tersebut menyatakan jika tidak ada upaya melakukan pembenahan radikal dalam tata kelola air dan penanganan banjir, muka pantai Jakarta sudah masuk di daerah Dukuh Atas pada 2050.
"Jakarta harus segera menyusun Rencana Induk SDA yang berisikan rencana penanganan banjir, rob, dan genangan, rencana pengelolaan air baku, rencana pengelolaan air bersih, rencana pengelolaan air limbah. Siapapun Gubernur wajib melaksanakannya, fokus pada pelaksanaan rencana induk," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
