Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 00.11 WIB

Dipakai Kegiatan Kejurnas Lari Trail, Jalur Pendakian ke Gunung Gede-Pangrango Ditutup Tiga Hari

Ilustrasi: Gunung Gede-Pangrango di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. - Image

Ilustrasi: Gunung Gede-Pangrango di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

JawaPos.com - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat, menutup jalur pendakian ke Gunung Gede-Pangrango selama tiga hari mulai 27 sampai 29 Oktober 2023, karena jalur pendakian akan dipakai kegiatan kejuaraan nasional lari trail 2023, dikutip dari ANTARA.

Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji di Cianjur, Kamis (19/10), mengatakan selama tiga hari jalur pendakian di taman nasional akan digunakan sebagai jalur lari trail yang diikuti seratusan lebih peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Edo Borne Akui Malu Lihat Gaya Istri, Hesti Purwadinata, di Televisi

"Pendakian akan dibuka kembali satu hari setelahnya atau tanggal 30 Oktober. Bagi calon pendaki yang sudah mendaftar pada tanggal tersebut dapat menghubungi petugas untuk melakukan pendakian setelah jalur dibuka kembali," katanya.

Selama penutupan jalur pendakian dipakai untuk kegiatan lomba, pihaknya menyiagakan puluhan petugas untuk melakukan pengawasan di setiap pintu masuk pendakian dan jalur ilegal, guna mengantisipasi pendaki nakal.

Baca Juga: Indonesia Kecam Kekerasan yang Sebabkan Jatuhnya Korban Sipil di Gaza

Saat ini pihaknya menerapkan aturan baru sistem pendaftaran online atau booking online dengan lebih sederhana guna memudahkan calon pendaki dalam melakukan pendaftaran,  cukup mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Calon pendaki cukup memasukkan NIK dan mengisi beberapa data di Sistem Aplikasi Pendakian Gede Pangrango (Siap-Gepang), namun kami memperketat aturan, dimana dalam pendaftaran online pendaki diharuskan memasukkan daftar barang bawaan," katanya.

Baca Juga: Unggah Foto Bersama Prabowo dan Erick Thohir, Influencer Arief Muhammad Bikin Netizen Penasaran

Petugas dibantu dengan sukarelawan akan melakukan pemeriksaan barang bawaan pendaki saat naik dan turun, guna memastikan mereka membawa semua sampah yang dihasilkan selama pendakian.

"Peraturan ketat sekaligus memastikan yang dibawa pendaki ke atas harus dibawa turun ke bawah, terutama sampah plastik, supaya tidak ada pendaki yang buang sampah sembarangan. Pendaki yang melanggar akan langsung masuk dalam daftar hitam," katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore