Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Januari 2021 | 21.42 WIB

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran ke Arah Kali Krasak

Awan panas guguran dengan tinggi kolom asap 200 meter terpantau keluar dari puncak Gunung Merapi pada Kamis (7/1) siang. twitter BPPTKG/Antara - Image

Awan panas guguran dengan tinggi kolom asap 200 meter terpantau keluar dari puncak Gunung Merapi pada Kamis (7/1) siang. twitter BPPTKG/Antara

JawaPos.com–Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta pada Kamis (7/1) siang kembali mengeluarkan awan panas guguran. Dari pengamatan, tinggi kolom asap 200 meter dari puncak ke arah hulu Kali Krasak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta mengatakan, awan panas guguran yang terekam di seismogram pada pukul 12.50 WIB, memiliki durasi 139 detik dengan amplitudo maksimum 21 mm.

”Tinggi kolom teramati 200 meter di atas puncak, jarak luncur sekitar ± 300 meter ke arah hulu Kali Krasak,” kata Hanik pada Kamis (7/1).

Sebelumnya, gunung api itu telah mengeluarkan awan panas guguran pertama pada pukul 08.02 WIB dengan tinggi kolom 200 meter. Guguran awan panas pertama itu memiliki durasi 154 detik dengan amplitudo maksimum 28 mm.

Hanik memperkirakan, munculnya awan panas itu berasal dari gundukan yang beberapa waktu lalu terpantau di puncak Gunung Merapi. BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau Siaga. Potensi daerah bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Dia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Merapi meningkatkan kewaspadaan mengingat awan panas guguran sudah muncul sejak status siaga ditetapkan. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

BPPTKG juga meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Berdasar data BNPB, prakiraan daerah bahaya akibat erupsi Gunung Merapi akan meliputi Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); dan Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Jogjakarta.

Kemudian Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, dan Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1 dan Babadan 2) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Selanjutnya Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, dan Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, dan Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak dan Sepi) di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Berikutnya Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, dan Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, dan Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, dan Gondang) di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yIFaDR8iclU

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore